Literasi Digital Indonesia Rendah, Pengamat Ingatkan Bahaya Metaverse
Selasa, 28 Desember 2021 - 18:04 WIB
loading...
Pengamat digital menyebut metaverse akan bisa menimbulkan masalah-masalah baru. Foto: Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Rendahnya literasi digital di Indonesia bisa berdampak negatif ketika nanti Indonesia dihadapkan pada meta universe atau metaverse .
Hal tersebut disampaikan oleh pengamat budaya dan komunikasi digital Firman Kurniawan.
Literasi digital sendiri merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital.
BACA JUGA: 3 Alasan Mengapa Orang Beli Properti di Metaverse
Berdasarkan survei status literasi digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada 2020, Indonesia memiliki nilai indeks 3,47 dari rentang indeks 1-4 dengan penilaian indeks yang mengacu pada kerangka digital di sebuah negara milik UNESCO.
Kominfo menyebut literasi digital di Indonesia masih dalam tingkat sedang dan belum mencapai status literasi yang baik.
Firman lantas menukil buku The Network Society karangan Manuel Castells pada tahun 2000 yang berbicara banyak tentang warna perkembangan teknologi informasi, termasuk metaverse.
”Manuel Castells mengatakan bahwa ruang eksistensi dan waktu eksistensi kita berpindah dari ruang nyata ke ruang aliran space of flows atau jejaring internet,” ujarnya.
Hal tersebut disampaikan oleh pengamat budaya dan komunikasi digital Firman Kurniawan.
Literasi digital sendiri merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital.
BACA JUGA: 3 Alasan Mengapa Orang Beli Properti di Metaverse
Berdasarkan survei status literasi digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada 2020, Indonesia memiliki nilai indeks 3,47 dari rentang indeks 1-4 dengan penilaian indeks yang mengacu pada kerangka digital di sebuah negara milik UNESCO.
Kominfo menyebut literasi digital di Indonesia masih dalam tingkat sedang dan belum mencapai status literasi yang baik.
Firman lantas menukil buku The Network Society karangan Manuel Castells pada tahun 2000 yang berbicara banyak tentang warna perkembangan teknologi informasi, termasuk metaverse.
”Manuel Castells mengatakan bahwa ruang eksistensi dan waktu eksistensi kita berpindah dari ruang nyata ke ruang aliran space of flows atau jejaring internet,” ujarnya.
Lihat Juga :