Pakar: Pengguna e-Hac yang Diduga Datanya Bocor Harus Diberitahu dan Diedukasi
Kamis, 02 September 2021 - 19:05 WIB
loading...
Pihak-pihak yang memegang data pribadi baik swasta ataupun pemerintah perlu lebih aktif menangani kebocoran data pribadi pada situs atau aplikasi. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Penting bagi seluruh pemilik dan pengembang aplikasi maupun website untuk memiliki standar tinggi keamanan data I.T. untuk menutup celah keamanan yang dapat dieksploitasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Hal itu disampaikan oleh Presiden Direktur PT ITSEC Asia Andri Hutama Putra. Andri mengatakan, pihak-pihak yang memegang data pribadi baik swasta ataupun pemerintah perlu lebih aktif dalam rencana tindakan preventive dan corrective untuk menangani kebocoran data pribadi pada situs atau aplikasi.
BACA JUGA: Begini Tampilan Luar Dalam Mobil Terbang Listrik EHang 216
Seperti diketahui, aplikasi kesehatan e-HAC (electronic Health Alert Card) diduga mengalami kebocoran data. Dampaknya, data-data pribadi penggunanya dapat terekspos.
Data pribadi tersebut antara lain nama lengkap, tanggal lahir, pekerjaan, foto pribadi, nomor induk kependudukan, nomor pasport, hasil tes Covid-19, identitas rumah sakit, alamat, nomor telepon serta beberapa data lainnya.
Hal itu disampaikan oleh Presiden Direktur PT ITSEC Asia Andri Hutama Putra. Andri mengatakan, pihak-pihak yang memegang data pribadi baik swasta ataupun pemerintah perlu lebih aktif dalam rencana tindakan preventive dan corrective untuk menangani kebocoran data pribadi pada situs atau aplikasi.
BACA JUGA: Begini Tampilan Luar Dalam Mobil Terbang Listrik EHang 216
Seperti diketahui, aplikasi kesehatan e-HAC (electronic Health Alert Card) diduga mengalami kebocoran data. Dampaknya, data-data pribadi penggunanya dapat terekspos.
Data pribadi tersebut antara lain nama lengkap, tanggal lahir, pekerjaan, foto pribadi, nomor induk kependudukan, nomor pasport, hasil tes Covid-19, identitas rumah sakit, alamat, nomor telepon serta beberapa data lainnya.
Lihat Juga :