IATA Ciptakan Aplikasi Pemantau Kesehatan Pelanggan

loading...
IATA Ciptakan Aplikasi Pemantau Kesehatan Pelanggan
Awak pesawat mengenakan baju hasmat menuju pesawat di terminal internasional Tom Bradley, LosAngeles, California, AS. Foto/Reuters
NEW YORK - Seiring dengan kehidupan new normal, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah mengembangkan aplikasi smartphone Travel Pass untuk memantau status kesehatan para penumpang, termasuk status vaksinasi. Travel Pass akan dipakai di berbagai negara.

Pengembangan Travel Pass diharapkan dapat memudahkan semua pihak di tengah upaya pemulihan operasi penerbangan. Proses penyaringan dan pemeriksaan di bandara juga dapat berlangsung lebih cepat. Saat ini sebagian vaksin virus korona Covid-19 juga sudah memasuki tahap akhir uji coba. Melalui Travel Pass, seluruh pihak terkait dapat lebih mudah dan cepat dalam menentukan status pelanggan dibandingkan dengan wawancara riwayat. (Baca: Amalan-amalan Saat Turun Hujan yang Terlupakan)

IATA menyatakan Travel Pass tidak hanya akan menampilkan hasil uji coba Covid-19 yang disertai bukti resmi laboratorium, tetapi juga aturan masuk suatu negara dan lokasi laboratorium terdekat di wilayah sekitar. Aplikasi itu juga akan membantu petugas untuk mengidentifikasi paspor elektronik pelanggan.

IATA akan memulai uji coba penerapan Travel Pass di Inggris bekerja sama dengan British Airways. Aplikasi ini rencananya akan tersedia di Apple Store pada awal 2021 dan di Play Store pada April 2021. Dengan adanya aplikasi itu, para pelanggan dapat menunjukkan status kesehatannya kepada petugas.



“Tujuan utama adalah orang bisa kembali terbang dan sangat senang bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat,” kata Kepala Produk Keamanan dan Penumpang IATA Alan Murray Hayden, dilansir Bloomberg.

Murray Hayden berharap industri penerbangan akan kembali bangkit. Travel Pass dapat diunduh secara gratis oleh calon penumpang, sedangkan maskapai penerbangan harus mengeluarkan biaya operasi dan layanan.

Nantinya, Travel Pass itu akan diberikan gratis kepada penumpang pesawat dan pemerintah. Pihak maskapai yang akan membayar Travel Pass tersebut. “Aplikasi tersebut menggunakan teknologi block-chain dan tidak menyimpan data,” papar Murray Hayden. Dia mengatakan, IATA akan berdiskusi dengan pemerintah dalam penggunaan peranti lunak tersebut. (Baca juga: Guru SD-SMP Mulai Masuk Sekolah di Surabaya, Ini Curhatan Mereka)



Selain IATA, Forum Ekonomi Dunia (WEF) bersama Commons Project Foundation juga menciptakan aplikasi serupa bernama Common Pass, sedangkan SOS menciptakan AOK Pass. Common Pass saat ini diuji coba dalam penerbangan London-New York, sedangkan AOK Pass penerbangan UEA-Pakistan.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR ANDA
Top