Arogya.ai Teknologi Kecerdasan Buatan Game Changer untuk Layanan Kesehatan
Jum'at, 05 November 2021 - 10:32 WIB
loading...
Perusahaan teknologi AI karya anak bangsa ini bekerja sama dengan RSUI dan ILUNI UI untuk mendorong pemanfaatan teknologi AI guna meningkatkan layanan kesehatan. FOTO/ IST
A
A
A
DEPOK - Pandemi Covid-19 membuat layanan kesehatan menjadi sorotan publik dalam hal kecepatan dan ketepatan. Di sisi lain, kompleksitasnya semakin tinggi supaya bisa melayani dan mengobati pasien dengan baik. Pandemi sejatinya telah menguji kapasitas seluruh sumber daya layanan kesehatan di Indonesia.
BACA JUGA - China Tingkatkan Akurasi Rudal Hipersonik dengan Teknologi Kecerdasan Buatan
Di tengah kondisi masih pandemi ini, layanan kesehatan publik dituntut mesti adaptif dengan memanfaatkan teknologi. Penggunaan teknologi terkini dalam era Revolusi Industri 4.0 menjadi salah satu solusi, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di rumah-rumah sakit. Apalagi ternyata negara-negara yang mampu mengelola dan keluar lebih cepat dari krisis kesehatan global memaksimalkan penggunaan teknologi termasuk di pusat layanan kesehatan seperti rumah sakit.
Maka itu, perusahaan teknologi AI karya anak bangsa, Arogya.ai, lahir untuk mendorong lebih intens pemanfaatna teknologi kecerdasan buatan di rumah sakit Indonesia.
“Arogya hadir memberikan solusi untuk membantu optimalisasi management supply chain layanan kesehatan di Indonesia. Order manager, inventory manager dan h-commerce yang diciptakan Arogya merupakan AI supply chain layanan kesehatan pertama di Indonesia dan diciptakan di Indonesia untuk layanan kesehatan Indonesia yang lebih baik,” kata Victor Fungkong, Founder dan CEO Arogya.ai, saat penandatanganan kerja sama Arogya.ai dengan RSUI dan ILUNI UI di RSUI, Depok, Jawa Barat, Jumat pagi (5/11/2021).
Hadir dalam penandatangan tersebut Direktur Utama RSUI Astuti Giantini dan Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian. Menurut Victor, Presiden Joko Widodo pada 2018 pernah menyampaikan agar rumah sakit bisa membangun sistem yang terintegrasi dan menjadi smart hospital, yang memanfaatkan teknologi inovatif secara ekstensif untuk meningkatkan kualitas perawatan dan pengalaman pasien sekaligus mengurangi biaya.
BACA JUGA - China Tingkatkan Akurasi Rudal Hipersonik dengan Teknologi Kecerdasan Buatan
Di tengah kondisi masih pandemi ini, layanan kesehatan publik dituntut mesti adaptif dengan memanfaatkan teknologi. Penggunaan teknologi terkini dalam era Revolusi Industri 4.0 menjadi salah satu solusi, seperti pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di rumah-rumah sakit. Apalagi ternyata negara-negara yang mampu mengelola dan keluar lebih cepat dari krisis kesehatan global memaksimalkan penggunaan teknologi termasuk di pusat layanan kesehatan seperti rumah sakit.
Maka itu, perusahaan teknologi AI karya anak bangsa, Arogya.ai, lahir untuk mendorong lebih intens pemanfaatna teknologi kecerdasan buatan di rumah sakit Indonesia.
“Arogya hadir memberikan solusi untuk membantu optimalisasi management supply chain layanan kesehatan di Indonesia. Order manager, inventory manager dan h-commerce yang diciptakan Arogya merupakan AI supply chain layanan kesehatan pertama di Indonesia dan diciptakan di Indonesia untuk layanan kesehatan Indonesia yang lebih baik,” kata Victor Fungkong, Founder dan CEO Arogya.ai, saat penandatanganan kerja sama Arogya.ai dengan RSUI dan ILUNI UI di RSUI, Depok, Jawa Barat, Jumat pagi (5/11/2021).
Hadir dalam penandatangan tersebut Direktur Utama RSUI Astuti Giantini dan Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian. Menurut Victor, Presiden Joko Widodo pada 2018 pernah menyampaikan agar rumah sakit bisa membangun sistem yang terintegrasi dan menjadi smart hospital, yang memanfaatkan teknologi inovatif secara ekstensif untuk meningkatkan kualitas perawatan dan pengalaman pasien sekaligus mengurangi biaya.
Lihat Juga :