Arogya.ai Teknologi Kecerdasan Buatan Game Changer untuk Layanan Kesehatan
Jum'at, 05 November 2021 - 10:32 WIB
loading...
A
A
A
Dalam konteks smart hospital itu, teknologi AI mampu mendukung manajemen supply chain memaksimalkan administrasi dan operasional rumah sakit. Apalagi betapa vitalnya supply chain dalam sistim pelayanan rumah sakit.
Riset Cardinal Health Survey tentang supply chain rumah sakit menyebutkan, 65 persen responden mengakau mengalami kejadian dokter terpaksa menunda prosedur operasi karena ketidaktersediaan obat dan alat medis yang dibutuhkan karena sistem purchasing kurang optimal.
“Kita juga melihat arus kas rumah sakit dipengaruhi perputaran stok obat-obatan dan peralatan medis. Semakin cepat perputaran stok, semakin lancar arus kas rumah sakit. Namun, sering kali purchasing rumah sakit melakukan proyeksi kebutuhan obat-obatan dan peralatan medis berdasarkan analisis statis, bukan analisis dinamik. Akibatnya, proyeksinya kurang akurat dan mengakibatkan overstock/understock. Dengan sistem order dan inventory management berbasis AI, managemen rumah sakit sangat dibantu untuk dapat membuat keputusan pemesanan dan pembelian stok obat-obatan serta peralatan medis dengan akurat, “ pungkas dia.
Direktur Utama RSUI DR. dr. Astuti Giantini Sp. PK (K), MPH menyambut baik kerja sama dengan perusahaan teknologi Arogya.ai. Sebab pentingnya penggunaan teknologi untuk mendukung manajeman rumah sakit dalam meningkatkan layanan kesehatan.
“Dukungan ini tidak hanya untuk masa pandemi, tapi berlanjut hingga masa post-pandemic. Untuk itu, kami sangat mengapreasiasi hadirnya inovasi pemanfaatan teknologi AI di RSUI,” ungkap dr. Astuti.
Menurut dr. Astuti, teknologi AI menghadirkan sistem yang terintegrasi dan lebih efisien. Mulai dari supply chain hingga administrasi, sehingga diharapkan teknologi ini dapat menekan biaya operasional yang lebih besar.
Riset Cardinal Health Survey tentang supply chain rumah sakit menyebutkan, 65 persen responden mengakau mengalami kejadian dokter terpaksa menunda prosedur operasi karena ketidaktersediaan obat dan alat medis yang dibutuhkan karena sistem purchasing kurang optimal.
“Kita juga melihat arus kas rumah sakit dipengaruhi perputaran stok obat-obatan dan peralatan medis. Semakin cepat perputaran stok, semakin lancar arus kas rumah sakit. Namun, sering kali purchasing rumah sakit melakukan proyeksi kebutuhan obat-obatan dan peralatan medis berdasarkan analisis statis, bukan analisis dinamik. Akibatnya, proyeksinya kurang akurat dan mengakibatkan overstock/understock. Dengan sistem order dan inventory management berbasis AI, managemen rumah sakit sangat dibantu untuk dapat membuat keputusan pemesanan dan pembelian stok obat-obatan serta peralatan medis dengan akurat, “ pungkas dia.
Direktur Utama RSUI DR. dr. Astuti Giantini Sp. PK (K), MPH menyambut baik kerja sama dengan perusahaan teknologi Arogya.ai. Sebab pentingnya penggunaan teknologi untuk mendukung manajeman rumah sakit dalam meningkatkan layanan kesehatan.
“Dukungan ini tidak hanya untuk masa pandemi, tapi berlanjut hingga masa post-pandemic. Untuk itu, kami sangat mengapreasiasi hadirnya inovasi pemanfaatan teknologi AI di RSUI,” ungkap dr. Astuti.
Menurut dr. Astuti, teknologi AI menghadirkan sistem yang terintegrasi dan lebih efisien. Mulai dari supply chain hingga administrasi, sehingga diharapkan teknologi ini dapat menekan biaya operasional yang lebih besar.
Lihat Juga :