Ini Alasan Rachmat Kaimuddin Mengundurkan Diri dari CEO Bukalapak

Rabu, 29 Desember 2021 - 13:59 WIB
loading...
Ini Alasan Rachmat Kaimuddin...
Penyerahan tugas CEO dari Achmad Zaky (kiri) ke Rachmat Kaimuddin (kanan) pada Januari 2020 silam. Foto: dok Bukalapak
A A A
JAKARTA - Muhammad Rachmat Kaimuddin resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Hal tersebut disampaikan oleh VP of Corporate Secretary Bukalapak Perdana Arning Saputro. Menurut Deno, sapaan akrabnya, perusahaan telah menerima permohonan pengunduran diri Rachmat Kaimuddin pada Selasa, 28 Desember 2021, kemarin. ”Berlaku efektif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Deno.

BACA JUGA: Literasi Digital Indonesia Rendah, Pengamat Ingatkan Bahaya Metaverse

Hingga saat ini, Rachmat Kaimuddin masih menduduki posisi sebagai Direktur Utama Bukalapak dan akan membantu proses transisi kepemimpinan di internal Bukalapak.

Adapun Teddy Oetomo, Natalia Firmansyah, dan Willix Halim tetap menjabat sebagai Direktur Bukalapak.

Apa alasan Rachmat Kaimuddin mudur dari jabatan CEO Bukalapak? Menurut Deno, Rachmat berencana akan melakukan pengabdian negara dengan bekerja untuk pemerintah. Kabarnya,Rachmat akan berlabuh diKemenko Kemaritiman dan Investasi RI (Kemenko Marves).Namun, tidak disebutkan jabatan baru apa yang akan diemban.

”Dewan Komisaris dan Manajemen Bukalapak menyatakan penghargaan tertinggi serta apresiasi atas kontribusi Rachmat selama 2 tahun ini,” ujar Deno.

Masa jabatan Rachmat Kaimuddin sebagai CEO Bukalapak terbilang seumur jagung. Ia baru efektif menjabat sebagai CEO Bukalapak pada Januari 2020 menggantikan Achmad Zaky.

Harga saham bersandi BUKA terkoreksi -0,93% ke level Rp426 per saham pada penutupan sesi pertama, Rabu, 29 Desember 2021. Sebelum penutupan, harga saham BUKA menyentuh level terendah di Rp422 per saham.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Pedagang...
Transformasi Pedagang Kelontong: dari Pasar Tradisional ke Jutawan Produk Digital
Ini Daftar Startup Besar...
Ini Daftar Startup Besar yang Ditinggalkan Pendirinya, Indonesia dan Dunia
Ini Profil Willix Halim,...
Ini Profil Willix Halim, Calon CEO Baru Bukalapak
Willix Halim Gantikan...
Willix Halim Gantikan Sementara Rachmat Kaimuddin Sebagai CEO Bukalapak
Bukalapak Ingin Dikenal...
Bukalapak Ingin Dikenal Sebagai E-Commerce Paling Lokal
Penjual Tabung Oksigen...
Penjual Tabung Oksigen Nakal di Bukalapak Akan Langsung Ditindak!
Babak Baru Perjalanan...
Babak Baru Perjalanan Bisnis Bukalapak, Akankah Lebih Menjanjikan?
Tutup Marketplace Produk...
Tutup Marketplace Produk Fisik! Bukalapak Blak-blakan Soal PHK, Virtual, Gaming dan Investasi
Sejarah Berdirinya Bukalapak,...
Sejarah Berdirinya Bukalapak, Tutup Marketplace Produk Fisik usai 15 Tahun Bertahan
Rekomendasi
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved