Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Rabu, 10 Juni 2026 - 07:28 WIB
loading...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale. FOTO/ DAILY
A
A
A
TEHERAN - Bentrokan di Laut Baltik mengungkap kesenjangan teknologi dalam hal radar, jangkauan rudal, dan kemampuan manuver antara jet tempur Su-35 Rusia dan Rafale Prancis.
Baru-baru ini, terjadi pertemuan langsung di wilayah udara Laut Baltik antara pesawat tempur berat Su-35 Angkatan Udara Rusia (VKS) dan pesawat tempur menengah Rafale Prancis.
Peristiwa ini menarik perhatian pengamatmiliterinternasional, memberikan data nyata untuk membandingkan kemampuan tempur dua pesawat tempur representatif dari Rusia dan Eropa.
Secara spesifik, pada tanggal 2 Juni, Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Prancis merekam gambar sebuah Su-35 yang mengawal skuadron Rusia yang terdiri dari Antonov An-30, pesawat angkut dan serang Su-24M, dan Su-34.
Sebagai tanggapan, dua Rafale lepas landas dari pangkalan udara Siauliai di Lituania, bersama dengan pesawat tempur Gripen Swedia, untuk mencegat mereka.
Namun, analisis teknis dari para ahli militer menunjukkan bahwa Rafale menghadapi beberapa kelemahan dibandingkan dengan pesawat tempur Rusia tersebut.
Radar superior dan daya tembak jarak jauh.
Perbedaan terbesar antara kedua jet tempur tersebut terletak pada sistem radarnya. Su-35 dilengkapi dengan radar susunan bertahap Irbis-E yang dipasang pada bagian hidung mekanisnya, yang berkali-kali lebih besar dan lebih kuat daripada radar pada Rafale.
Baru-baru ini, terjadi pertemuan langsung di wilayah udara Laut Baltik antara pesawat tempur berat Su-35 Angkatan Udara Rusia (VKS) dan pesawat tempur menengah Rafale Prancis.
Peristiwa ini menarik perhatian pengamatmiliterinternasional, memberikan data nyata untuk membandingkan kemampuan tempur dua pesawat tempur representatif dari Rusia dan Eropa.
Secara spesifik, pada tanggal 2 Juni, Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Prancis merekam gambar sebuah Su-35 yang mengawal skuadron Rusia yang terdiri dari Antonov An-30, pesawat angkut dan serang Su-24M, dan Su-34.
Sebagai tanggapan, dua Rafale lepas landas dari pangkalan udara Siauliai di Lituania, bersama dengan pesawat tempur Gripen Swedia, untuk mencegat mereka.
Namun, analisis teknis dari para ahli militer menunjukkan bahwa Rafale menghadapi beberapa kelemahan dibandingkan dengan pesawat tempur Rusia tersebut.
Radar superior dan daya tembak jarak jauh.
Perbedaan terbesar antara kedua jet tempur tersebut terletak pada sistem radarnya. Su-35 dilengkapi dengan radar susunan bertahap Irbis-E yang dipasang pada bagian hidung mekanisnya, yang berkali-kali lebih besar dan lebih kuat daripada radar pada Rafale.
Lihat Juga :