Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Rabu, 08 Juli 2026 - 11:01 WIB
loading...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?. FOTO/ Daily
A
A
A
JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sekadar mendengar suara yang mendekat dapat memberi otak waktu lebih lama dari yang sebenarnya untuk mempersiapkan diri menghadapi bahaya.
Banyak orang melaporkan bahwa beberapa saat sebelum hampir terjadi kecelakaan, waktu seolah melambat. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sekadar mendengar suara yang mendekat sudah cukup untuk memicu sensasi tersebut di otak.
Penelitian yang dilakukan oleh dua ilmuwan, Achille Pasqualotto dan Hiroto Kawarada, dari Universitas Tsukuba (Jepang), baru-baru ini diterbitkan dalam jurnalScientific Reports.
Menurut tim peneliti, suara yang bergerak menuju pendengar menyebabkan "jam biologis" otak berakselerasi, sehingga mengubah persepsi waktu, seperti yang dilaporkan olehScienceAlertpada 7 Juli.
Untuk menguji hipotesis tersebut,para ilmuwanmerekrut 48 sukarelawan dengan usia rata-rata 22 tahun. Semuanya ditutup matanya dan mengenakan headphone untuk menghilangkan pengaruh penglihatan.
Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok: satu kelompok mendengar suara latar yang terasa seperti mendekat, kelompok kedua mendengar suara yang tampaknya menjauh, dan kelompok kontrol mendengar suara acak yang tidak menimbulkan kesan gerakan.
Banyak orang melaporkan bahwa beberapa saat sebelum hampir terjadi kecelakaan, waktu seolah melambat. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sekadar mendengar suara yang mendekat sudah cukup untuk memicu sensasi tersebut di otak.
Penelitian yang dilakukan oleh dua ilmuwan, Achille Pasqualotto dan Hiroto Kawarada, dari Universitas Tsukuba (Jepang), baru-baru ini diterbitkan dalam jurnalScientific Reports.
Menurut tim peneliti, suara yang bergerak menuju pendengar menyebabkan "jam biologis" otak berakselerasi, sehingga mengubah persepsi waktu, seperti yang dilaporkan olehScienceAlertpada 7 Juli.
Untuk menguji hipotesis tersebut,para ilmuwanmerekrut 48 sukarelawan dengan usia rata-rata 22 tahun. Semuanya ditutup matanya dan mengenakan headphone untuk menghilangkan pengaruh penglihatan.
Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok: satu kelompok mendengar suara latar yang terasa seperti mendekat, kelompok kedua mendengar suara yang tampaknya menjauh, dan kelompok kontrol mendengar suara acak yang tidak menimbulkan kesan gerakan.
Lihat Juga :