3 Alasan Mengapa Orang Beli Properti di Metaverse
Senin, 20 Desember 2021 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
Gucci, sudah menjual versi metaverse dari tas edisi terbatas mereka di Roblox. Harga awalnya USD1.20-USD9 tapi kemudian dijual lagi seharaga USD4.100. Artinya, jual beli NFT di metaverse sudah terjadi, dan semakin membesar.
2. Pengembang Beli Tanah di Metaverse
Pengembang real estate virtual seperti Republic Realm membuat rekor dengan membeli tanah seharga USD4,3 juta di platform metaverse The Sandbox. Sebelumnya, Tokens.com juga membeli tanah seharga USD2,5 juta di Decentraland. Apa gunanya? Mereka berharap nantinya tanah tersebut akan disewa untuk dijadikan mal virtual atau properti lainnya.
3. Properti di Metaverse Bukan Hal Baru
Kendati metaverse baru populer belum lama ini, tapi properti di metaverse sendiri bukan hal baru. Ailin Graef, bergabung di game 3D Second Life dan menghabiskan dua tahun untuk membangun tanah virtual serta mengembangkan avatar disana. Ailin Graef memiliki banyak server yang berisi tanah virtual yang disewakan. Ia bahkan membuat studio sendiri, dan memperkerjakan 80 karyawan untuk mengatur tanah-tanah virtualnya. Dirilis pada 2003, saat ini Second Life memiliki omzet USD600 juta. USD80 juta diantaranya diberikan kepada kreator di game tersebut.
2. Pengembang Beli Tanah di Metaverse

Pengembang real estate virtual seperti Republic Realm membuat rekor dengan membeli tanah seharga USD4,3 juta di platform metaverse The Sandbox. Sebelumnya, Tokens.com juga membeli tanah seharga USD2,5 juta di Decentraland. Apa gunanya? Mereka berharap nantinya tanah tersebut akan disewa untuk dijadikan mal virtual atau properti lainnya.
3. Properti di Metaverse Bukan Hal Baru
Kendati metaverse baru populer belum lama ini, tapi properti di metaverse sendiri bukan hal baru. Ailin Graef, bergabung di game 3D Second Life dan menghabiskan dua tahun untuk membangun tanah virtual serta mengembangkan avatar disana. Ailin Graef memiliki banyak server yang berisi tanah virtual yang disewakan. Ia bahkan membuat studio sendiri, dan memperkerjakan 80 karyawan untuk mengatur tanah-tanah virtualnya. Dirilis pada 2003, saat ini Second Life memiliki omzet USD600 juta. USD80 juta diantaranya diberikan kepada kreator di game tersebut.
(dan)
Lihat Juga :