Waspada Serangan Ransomware, Jangan Panik, Ini Ciri-cirinya!

Sabtu, 04 September 2021 - 21:05 WIB
loading...
Waspada Serangan Ransomware,...
Ransomware adalah malware yang menargetkan perangkat keras untuk memperoleh informasi berharga pengguna dan mengenkripsi semua yang ditemukannya. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Di era digital seperti sekarang, ada saja kelakuan para penjahat siber. Untuk itu perlu waspada terhadap ancaman-ancaman yang ada, salah satunya ransomware.

Ransomware adalah malware yang menargetkan perangkat keras untuk memperoleh informasi berharga pengguna dan mengenkripsi semua yang ditemukannya. Kemudian mengunci file tersebut.

BACA JUGA: Harga Wuling September 2021 Setelah Subsidi PPnBM

Selanjutnya, ransomware akan menampilkan pesan yang menuntut pembayaran untuk memulihkan dan mengembalikan data.

Jika korban ransomware membayar tebusan yang diminta, salah satu dari beberapa skenario akan terjadi. Pertama, dalam beberapa kasus, terkadang ransomers mengirimkan kunci dekripsi dengan instruksi.

Kedua di beberapa ransomers hanya mengambil uang korban dan kemudian menghilang. Sementara di beberapa kasus, bahkan para pelaku kejahatan siber tidak dapat memulihkan data meskipun mereka menginginkannya — beberapa ransomware merusak file secara permanen.

Ransomware dapat masuk ke komputer Anda dengan berbagai cara. Misalnya, saat mencolokkan flash drive yang terinfeksi atau mengunduh sesuatu dari situs web yang berbahaya.

Email dengan lampiran berbahaya atau tautan ke situs berbahaya adalah sumber infeksi yang paling umum. Aspek yang paling tidak menyenangkan dari banyak program ransomware adalah kemampuannya untuk menyebar ke seluruh perangkat di jaringan yang sama.

Itu berarti jika desktop rumah Anda terinfeksi malware, kemungkinan juga bisa menginfeksi laptop Anda juga. Dan satu bagian dari ransomware di perangkat kerja dapat menghentikan seluruh komunikasi dalam perusahaan.

Lalu apa yang harus dilakukan jika data sudah terlanjur dienkripsi?

Mengutip Kaspersky dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/9), yang utama jangan panik. Sebab meskipun ini situasi yang buruk, bukan tidak mungkin bisa memulihkan file kembali.

Selain itu, jangan pernah membayar tebusan. Setiap bayaran tebusan akan digunakan untuk pengembangan malware di masa depan dan memberikan sinyal kepada para pelaku kejahatan siber bahwa skema tersebut masih menguntungkan.

Bahkan jika membayar tebusan, itu tidak menjamin Anda mendapatkan data kembali.

Gunakan layanan Crypto Sheriff di situs web No More Ransom untuk mengetahui malware apa yang telah menginfeksi data Anda.

Sebuah decryptor mungkin sudah tersedia untuk itu, dalam hal ini Anda dapat menggunakannya untuk memulihkan data kembali tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.

BACA JUGA: Ini Fitur Premium yang Membuat POCO X3 GT Terbaik di Kelasnya

No More Ransom, yang didukung oleh Europol dan berbagai perusahaan anti kejahatan siber, menampung lusinan decryptors.

Jika tidak dapat menemukan decryptor untuk ransomware yang menyerang Anda, terus lakukan pengecekan, karena mungkin itu selalu dirilis setiap hari.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
5 Provinsi di Indonesia...
5 Provinsi di Indonesia Jadi Target Penguatan Keamanan Siber Pemerintah
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
18 Juta Serangan Siber...
18 Juta Serangan Siber Mengguncang Asia Tenggara, Indonesia Diserang 3 Juta Kali
Dibobol 1.000 Kasus...
Dibobol 1.000 Kasus Sehari: Mengapa Penipuan Digital di Indonesia 4 Kali Lipat Lebih Ganas?
Keamanan Siber: Saat...
Keamanan Siber: Saat Ancaman AI Global Ditangkis Inovasi Lokal Indonesia
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Serangan kian Masif,...
Serangan kian Masif, Pembentukan UU Keamanan Siber Tak Bisa Lagi Ditunda
Rekomendasi
Air Mata Neymar dan...
Air Mata Neymar dan Akhir Perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Hukum Menunda Penguburan...
Hukum Menunda Penguburan Jenazah dalam Islam, Kapan Diperbolehkan?
Berita Terkini
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved