Kaspersky: Indonesia & Vietnam Memiliki Ancaman Lokal Terbesar di Asia Tenggara
Selasa, 02 April 2024 - 06:30 WIB
loading...
Serangan siber terbesar di Asia Tenggara dimiliki oleh Indonesia dan Vietnam. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Sepanjang 2023 ada hampir 43 juta ancaman lokal yang menargetkan organisasi di Asia Tenggara. Demikian temuan perusahaan keamanan siber global, Kaspersky .
Mereka mengklaim telah memblokir total 42.700.000 infeksi lokal selama periode Januari hingga Desember tahun lalu. Statistik infeksi lokal pada komputer pengguna merupakan indikator penting dari lanskap ancaman siber secara keseluruhan.
Ini termasuk objek yang menembus komputer target melalui infeksi file atau media yang dapat dipindahkan, atau awalnya masuk ke komputer dalam bentuk non-terbuka (misalnya, program dalam penginstal kompleks, file terenkripsi, dan lainnya)..
Statistik tersebut dihasilkan oleh solusi keamanan Kaspersky yang memindai file di hard drive pada saat file tersebut dibuat atau diakses, serta hasil pemindaian media penyimpanan yang dapat dipindahkan.
Tingkat ancaman global meningkat selama setahun terakhir (gabungan segmen individu dan bisnis). Meski, Asia Tenggara sedikit menurun. Kecuali Singapura yang mencatat peningkatan sebesar 67% YoY, dari 300.000 insiden lokal pada 2022 menjadi 500.000 pada tahun lalu.
Mereka mengklaim telah memblokir total 42.700.000 infeksi lokal selama periode Januari hingga Desember tahun lalu. Statistik infeksi lokal pada komputer pengguna merupakan indikator penting dari lanskap ancaman siber secara keseluruhan.
Ini termasuk objek yang menembus komputer target melalui infeksi file atau media yang dapat dipindahkan, atau awalnya masuk ke komputer dalam bentuk non-terbuka (misalnya, program dalam penginstal kompleks, file terenkripsi, dan lainnya)..
Statistik tersebut dihasilkan oleh solusi keamanan Kaspersky yang memindai file di hard drive pada saat file tersebut dibuat atau diakses, serta hasil pemindaian media penyimpanan yang dapat dipindahkan.
Tingkat ancaman global meningkat selama setahun terakhir (gabungan segmen individu dan bisnis). Meski, Asia Tenggara sedikit menurun. Kecuali Singapura yang mencatat peningkatan sebesar 67% YoY, dari 300.000 insiden lokal pada 2022 menjadi 500.000 pada tahun lalu.
Lihat Juga :