Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Jum'at, 24 Juli 2026 - 14:37 WIB
loading...
Biznet Gio berkolaborasi dengan Rainer Server, bagian dari Indo Mega Vision (IMV) menghadirkan GIO Hybrid Cloud Infrastructure. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Biznet Gio berkolaborasi dengan Rainer Server, bagian dari Indo Mega Vision (IMV) menghadirkan GIO Hybrid Cloud Infrastructure. Solusi ini mengintegrasikan lingkungan cloud dan on-premise untuk membantu perusahaan membangun infrastruktur yang lebih tangguh sekaligus menjaga kontinuitas operasional.
Modern Downtime masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi perusahaan dalam menjaga kontinuitas operasional. Gangguan pada server, jaringan, maupun infrastruktur teknologi informasi dapat menghambat proses bisnis, menurunkan produktivitas, hingga menyebabkan kerugian finansial. Baca juga: Jurus Membangun Fondasi TI Perusahaan yang Modern, Tangguh, dan Aman
Laporan The True Cost of Downtime 2024 mencatat bahwa rata-rata pabrik besar pada sektor industri yang diteliti berpotensi mengalami kerugian hingga USD253 juta per tahun akibat unplanned downtime. Kerugian tersebut mencakup terhentinya proses produksi, hilangnya pendapatan, biaya tenaga kerja, perbaikan darurat, hingga keterlambatan pemenuhan pesanan.
"Dalam lingkungan bisnis yang semakin mengandalkan sistem digital, downtime tidak lagi hanya berdampak pada sistem TI, tetapi juga pada keberlangsungan operasional perusahaan. GIO Hybrid Cloud Infrastructure membantu perusahaan membangun lapisan redundansi agar operasional tidak bergantung pada satu lingkungan infrastruktur," kata VP of Marketing Biznet Gio, Hari Syah Agam, Jumat (24/7/2026).
Menurut Flexera 2026 State of the Cloud Report, 73% organisasi telah mengadopsi Hybrid Cloud. Dengan menggabungkan cloud dan on-premise, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada satu lingkungan infrastruktur (single point of failure) sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi gangguan operasional.
Modern Downtime masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi perusahaan dalam menjaga kontinuitas operasional. Gangguan pada server, jaringan, maupun infrastruktur teknologi informasi dapat menghambat proses bisnis, menurunkan produktivitas, hingga menyebabkan kerugian finansial. Baca juga: Jurus Membangun Fondasi TI Perusahaan yang Modern, Tangguh, dan Aman
Laporan The True Cost of Downtime 2024 mencatat bahwa rata-rata pabrik besar pada sektor industri yang diteliti berpotensi mengalami kerugian hingga USD253 juta per tahun akibat unplanned downtime. Kerugian tersebut mencakup terhentinya proses produksi, hilangnya pendapatan, biaya tenaga kerja, perbaikan darurat, hingga keterlambatan pemenuhan pesanan.
"Dalam lingkungan bisnis yang semakin mengandalkan sistem digital, downtime tidak lagi hanya berdampak pada sistem TI, tetapi juga pada keberlangsungan operasional perusahaan. GIO Hybrid Cloud Infrastructure membantu perusahaan membangun lapisan redundansi agar operasional tidak bergantung pada satu lingkungan infrastruktur," kata VP of Marketing Biznet Gio, Hari Syah Agam, Jumat (24/7/2026).
Menurut Flexera 2026 State of the Cloud Report, 73% organisasi telah mengadopsi Hybrid Cloud. Dengan menggabungkan cloud dan on-premise, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada satu lingkungan infrastruktur (single point of failure) sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi gangguan operasional.
Lihat Juga :