Ini Dia Nebulizer Pertama untuk Anak di Indonesia

Rabu, 02 Desember 2020 - 08:24 WIB
loading...
Ini Dia Nebulizer Pertama...
OMRON DuoBaby NE-C301 dan Compressor Nebulizer NE-C106 dihadirkan ke Indonesia untuk membantu orang tua modern yang membutuhkan solusi nyaman, aman, dan praktis di rumah guna mengatasi masalah pernapasan anak secara efisien. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT OMRON Healthcare Indonesia baru saja meluncurkan dua alat terapi pernapasan (Nebulizer) untuk konsumen di Indonesia. Keduanya adalah OMRON DuoBaby NE-C301, yakni nebulizer pertama di Indonesia yang didesain untuk bayi dan OMRON Compressor Nebulizer NE-C106.

Kedua perangkat ini bertujuan membantu para orang tua modern yang membutuhkan solusi nyaman, aman, dan praktis di rumah guna mengatasi masalah pernapasan pada anak secara efisien. "Perangkat ini juga bisa digunakan oleh anggota keluarga lain yang mengalami masalah pernapasan," kata Tomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia, saat mengenalkan kedua produk barunya secara virtual, Selasa (1/12/2020). (Baca juga: AS, China, UEA Berebut Planet Mars, India Segera Invasi Venus )
Ini Dia Nebulizer Pertama untuk Anak di Indonesia

Produk-produk tersebut diluncurkan untuk melengkapi pengelolaan kesehatan pribadi, khususnya penyakit pernapasan yang membutuhkan perhatian dan kewaspadaan, seperti Penyakit Tidak Menular (PTM) hipertensi, diabetes, dan lainnya. Dengan kualitas udara yang buruk di Indonesia, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah salah satu dari lima penyakit penyebab kematian pada anak-anak dan orang dewasa di Indonesia. (Data Riskesdas 2018, WHO)

Asma termasuk kelompok Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan prevalensi lebih tinggi, yakni 6,8%. WHO menunjukkan angka kematian akibat asma di Indonesia mencapai 1,77% dari seluruh jumlah kematian penduduk. Jumlah ini menempatkan Indonesia di urutan ke-19 negara dengan kematian akibat asma terbanyak di dunia.

Sedangkan Pneumonia, yang gejalanya menyerupai flu, menjadi penyebab kematian balita terbesar kedua di Indonesia. Menurut UNICEF, lebih dari 19.000 balita di Indonesia meninggal akibat pneumonia pada 2018. Ini berarti, lebih dari dua anak meninggal setiap jamnya karena pneumonia. Adapun polusi udara merupakan 50% penyebab kematian anak akibat pneumonia.
Ini Dia Nebulizer Pertama untuk Anak di Indonesia

Sayangnya, berbagai masalah pernapasan mulai dari hidung tersumbat, pilek, asma hingga pneumonia, menjadi kondisi kesehatan yang seringkali diabaikan para orang tua. Padahal, penanganan serta perawatan yang dilakukan sejak dini dapat menekan kasus penyakit pernapasan di kemudian hari.

Hingga kini, banyak orangtua yang masih merasa kesulitan dan belum memahami manfaat penting nebulizer. Padahal, nebulizer merupakan alat bantu medis utama yang sangat berguna. Perangkat ini termasuk salah satu alat yang efektif untuk memastikan pengobatan yang tepat, masuk ke titik yang tepat dari saluran pernapasan.

Sehingga pasien pun bisa menggunakan berbagai obat yang diresepkan dokter untuk merawat masalah pernapasan atas atau bawah, tergantung jenis Nebulizer yang digunakan. Studi menunjukkan bahwa pengobatan dengan Nebulizer bisa memberikan hasil yang lebih baik untuk penyakit pernapasan seperti asma, bronchitis, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), dan flu musiman akibat perubahan cuaca.

Hasil lebih signifikan terlihat pada bayi yang rentan terhadap infeksi pernapasan umum, mulai dari demam dan flu biasa, asma, apnea, bronchiolitis, dan sindrom gangguan pernapasan pada bayi prematur (Respiratory Distress Syndrome/RDS) hingga skenario pascapandemi COVID-19 yang membatasi kunjungan ke rumah sakit dan klinik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stop Pemborosan! Cabut...
Stop Pemborosan! Cabut 3 Alat Ini Sekarang Sebelum Tagihan Listrik Anda Jebol
Jepang Hadapi Krisis...
Jepang Hadapi Krisis Demensia, Bisakah Teknologi Jadi Penyelamat?
Miyako Umumkan Pemenang...
Miyako Umumkan Pemenang Hadiah Umrah, Berangkat Akhir November 2025
Gandeng Pesona Mitratama...
Gandeng Pesona Mitratama Indonesia, AQUA AC Proshop Dibuka di BSD Tangsel
Bom Waktu Sampah Elektronik...
Bom Waktu Sampah Elektronik Mengancam, LG Ajak Siswa SD Jadi Pahlawan Lingkungan
Synology PAS7700 Diperkenalkan,...
Synology PAS7700 Diperkenalkan, Bisa Menyimpan Data hingga 1,65 Petabyte
Ruang Layanan Terpadu...
Ruang Layanan Terpadu Jadi Tren Baru untuk Pengalaman Konsumen Modern
Transformasi Belanja...
Transformasi Belanja Elektronik Kian Modern
Terimbas Geopolitik...
Terimbas Geopolitik Global, Pemilik Toko Elektronik di PIK Atur Strategi Rangsang Konsumen
Rekomendasi
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved