Tips Agar Data Pribadi Aman dari Hacker

Kamis, 09 September 2021 - 17:17 WIB
loading...
Tips Agar Data Pribadi...
Perlindungan data pribadi menjadi persoalan penting seiring banyaknya kebocoran data di Indonesia. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Data pribadi kini menjadi barang berharga. Tak heran jika banyak tangan jahil, termasuk para hacker yang ada saja caranya untuk membobol data pribadi kita.

Apalagi pada ponsel, dimana keseharian kita tak bisa lepas dari benda tersebut. Ponsel menyimpan data pribadi dalam jumlah besar, seperti layanan perbankan, foto pribadi, bahkan tak jarang digunakan untuk menyimpan nomor-nomor identitas.

BACA JUGA: Startup Aset Kripto Zipmex Kantongi Pendanaan Seri B Senilai Rp585 M

Untuk itu ketahui tips agar data pribadi terhindari dicuri para hacker. Berikut Sindonews rangkum dari CNET, Kamis (9/9), beberapa langkah mudah yang direkomendasikan oleh para pakar keamanan siber, agar data di ponsel tidak terjamah oleh tangan-tangan nakal.

1. Gunakan pengelola password

Password yang paling kuat terdiri dari variabel acak, seperti serangkaian huruf, angka dan simbol. Namun kerap kali password rumit susah untuk diingat.

Di sinilah aplikasi pengelola kata sandi berguna. Pengelola kata sandi menyimpan semua kata sandi Anda dalam satu aplikasi terenkripsi dan melindungi kata sandi.

Beberapa layanan seperti Google Chrome dan aplikasi ponsel milik Samsung menawarkan penyimpanan kata sandi ini.

Sebaiknya hindari juga menggunakan kata sandi yang sama untuk banyak akun. Jadi jika satu akun disusupi dalam pelanggaran data, semua akun tidak terpengaruh.

2. Gunakan VPN Saat Memakai Wi-Fi Publik

Jika Anda akan menggunakan jaringan Wi-Fi publik saat menggunakan ponsel alih-alih menggunakan data seluler, para ahli menyarankan untuk menggunakan VPN.

Jaringan pribadi virtual dapat menjaga data Anda agar tidak diintip oleh orang lain yang bersembunyi di jaringan publik yang sama.

Mereka juga dapat menutupi transmisi data, menghindari pemfilteran dan penyensoran di internet dan memungkinkan Anda mengakses berbagai konten yang lebih luas di seluruh dunia.

Apple App Store dan Google Play Store memiliki lusinan aplikasi VPN yang gratis. Tapi tetap berhati-hatilah dalam memilih aplikasi VPN.

3. Perhatikan Izin Aplikasi

Salah satu tips yang hampir semua ahli sebutkan adalah memeriksa ulang izin apa saja yang diminta aplikasi untuk diakses.

Anda juga harus bertanya pada diri sendiri apakah masuk akal jika sebuah aplikasi meminta izin tertentu. Aplikasi yang meminta akses ke data yang tidak relevan dengan fungsinya adalah tanda peringatan utama.

"Saat mengunduh aplikasi sederhana untuk kalkulator saku, tiba-tiba aplikasi tersebut meminta akses ke daftar kontak dan lokasi Anda. Maka Anda harus curiga," kata Stephen Hart, CEO Cardswitcher. "Mengapa kalkulator perlu melihat daftar kontak dan lokasi Anda? Permintaan seperti itu seharusnya bisa jadi pertanda," sambungnya.

4. Riset Aplikasi dan Pembuatnya

Meski Anda tidak dapat mengetahui secara langsung apakah suatu aplikasi memiliki motif jahat, bertanya kepada “Mbah Google” dapat dilakukan untuk mencari informasi tambahan.

Para ahli menyarankan untuk mencari nama aplikasi dengan kata kunci "skandal data" atau "scam." Hart mengatakan hasilnya akan memberi tahu Anda jika perusahaan telah mengalami kebocoran privasi atau data.

5. Perbarui Perangkat Lunak

Memperbarui sistem operasi ponsel Anda sangat penting untuk menjaga keamanan data. Pembaruan memungkinkan Anda selangkah lebih maju dari peretas dan eksploitasi terbaru yang mereka sebarkan di internet.

Hart menyarankan untuk menyesuaikan pengaturan ponsel Anda sehingga akan diperbarui secara otomatis.

6. Hanya Unduh Aplikasi Resmi

Tidak semua aplikasi di App Store atau Google Play store 100% dapat dipercaya, tapi para ahli masih mengatakan Anda hanya harus mengunduh dari toko aplikasi resmi.

"Aplikasi yang tersedia di platform ini akan diperiksa untuk memastikan bahwa mereka memenuhi kualitas standar perlindungan data dan juga akan diminta untuk membuat kebijakan privasi khusus untuk Anda, juga memberi tahu Anda bagaimana mereka melindungi data Anda," kata Hart.

BACA JUGA: Elon Musk Mengejek Jeff Bezos Karena Kembangkan Teknologi Hidup Kekal

Mengunduh aplikasi dari situs tidak resmi atau tidak aman meningkatkan risiko ransomware, malware, spyware, dan virus trojan untuk menginfeksi perangkat Anda. Dalam skenario terburuk, peretas dapat mengambil kendali penuh atas perangkat Anda.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Bantah Soal Kebocoran...
Meta Bantah Soal Kebocoran Data 17,5 Juta Akun Instagram
Cara Aman Hindari Penipuan...
Cara Aman Hindari Penipuan Digital Bermodus Minta OTP
Bukan Sekadar Patuh:...
Bukan Sekadar Patuh: Bos Astra Sebut Privasi Data Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis Finansial
2,5 Miliar Lebih Data...
2,5 Miliar Lebih Data Pengguna Gmail Terancam Bocor
Data Pribadi Warga RI...
Data Pribadi Warga RI Diserahkan ke AS, Kemenkomdigi Klaim Aman, Benarkah?
Benteng Digital MNC...
Benteng Digital MNC Finance: Mesin Waktu yang Selamatkan Data Tiap 5 Menit
Gugatan UU PDP Ditolak...
Gugatan UU PDP Ditolak MK, Negara Wajib Awasi Transfer Data Pribadi
Soal Perjanjian Transfer...
Soal Perjanjian Transfer Data RI-AS, Komisi I DPR Desak Pembentukan Lembaga PDP Independen
Kedaulatan Rakyat atas...
Kedaulatan Rakyat atas Data Pribadi Pascaperjalanan Dagang Indonesia-AS
Rekomendasi
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved