Weibo Heboh! Warganet China Ramai-ramai Bakar Sepatu Nike
Jum'at, 26 Maret 2021 - 01:17 WIB
loading...
Sebuah capture video dari pengguna Weibo yang memperlihatkan sepasang sepatu Nike terbakar. Foto/Weibo/Business Insider
A
A
A
XINJIANG - Weibo heboh! Warganet di China ramai-ramai membakar sepatu Nike setelah perusahaan memutuskan tidak akan menggunakan kapas dari wilayah Xinjiang yang disengketakan di China. Baca juga: Genosida Etnis Uighur Dinilai Tragedi Kemanusiaan Tersadis Abad Ini
Perusahaan olahraga tersebut menghadapi reaksi keras dan boikot besar-besaran dari platform media sosial China, Weibo, setelah merilis pernyataan yang menyoroti laporan kerja paksa warga Uighur di Daerah Otonomi Uyghur, Xinjiang.
Pernyataan Nike di Xinjiang tidak diberi tanggal, tapi dipublikasikan secara online setelah Uni Eropa, AS, Inggris, dan Kanada menjatuhkan sanksi kepada pejabat China pekan ini atas pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang. Sebagai tanggapan, China membalas dengan memberikan sanksi kepada institusi dan anggota parlemen Eropa.
"Kami prihatin dengan laporan kerja paksa di, dan terkait dengan, Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang," kata pernyataan itu. "Nike tidak mengambil produk dari XUAR dan kami telah mengonfirmasi dengan pemasok kontrak kami bahwa mereka tidak menggunakan tekstil atau benang pintal dari wilayah tersebut."
Laman Business Insider juga, mengatakan, Nike telah melakukan "ketekunan berkelanjutan" dengan pemasok China-nya untuk mengidentifikasi dan menilai potensi risiko kerja paksa terkait dengan mempekerjakan orang Uyghur, atau etnis minoritas lain dari XUAR, di bagian lain China.
Perusahaan olahraga tersebut menghadapi reaksi keras dan boikot besar-besaran dari platform media sosial China, Weibo, setelah merilis pernyataan yang menyoroti laporan kerja paksa warga Uighur di Daerah Otonomi Uyghur, Xinjiang.
Pernyataan Nike di Xinjiang tidak diberi tanggal, tapi dipublikasikan secara online setelah Uni Eropa, AS, Inggris, dan Kanada menjatuhkan sanksi kepada pejabat China pekan ini atas pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang. Sebagai tanggapan, China membalas dengan memberikan sanksi kepada institusi dan anggota parlemen Eropa.
"Kami prihatin dengan laporan kerja paksa di, dan terkait dengan, Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang," kata pernyataan itu. "Nike tidak mengambil produk dari XUAR dan kami telah mengonfirmasi dengan pemasok kontrak kami bahwa mereka tidak menggunakan tekstil atau benang pintal dari wilayah tersebut."
Laman Business Insider juga, mengatakan, Nike telah melakukan "ketekunan berkelanjutan" dengan pemasok China-nya untuk mengidentifikasi dan menilai potensi risiko kerja paksa terkait dengan mempekerjakan orang Uyghur, atau etnis minoritas lain dari XUAR, di bagian lain China.
Lihat Juga :