Boncos Rp155 Triliun, Jack Ma Bukan Lagi Terkaya di China

Senin, 04 Januari 2021 - 10:05 WIB
loading...
Boncos Rp155 Triliun,...
Jack Ma telah kehilangan USD11 miliar (Rp155 triliun) hanya dalam dua bulan.
A A A
CHINA - Seteru Jack Ma dengan Presiden China Xi Jinping berakibat batal pada bisnis taipan internet tersebut. Sebab, bukan hanya Ant Group gagal melantai di bursa saham. Tapi, saham Alibaba pun ikut merosot.

Bahkan, dalam 2 bulan terakhir kekayaan Jack Ma merosot sangat besar. Mencapai USD11 miliar atau Rp155 triliun.

BACA JUGA: Seru, Ternyata Ini Penyebab Seteru Jack Ma dengan Presiden China Xi Jinping...

Seharusnya, mantan guru bahasa Inggris berusia 56 tahun yang meroket lewat sektor internet di China itu kembali menjadi orang terkaya di Asia dengan kekayaan USD61,7 miliar (Rp858 triliun) di 2020.

Sekarang, kekayaannya merosot jadi USD50,9 miliar (Rp716 triliun). Ia juga jatuh ke posisi 25 di Bloomberg Billionaires Index, daftar 500 orang terkaya di dunia.

Daftar Taipan Internet Terkaya di China versi Bloomberg

NamaPerusahaanKekayaan
Colin HuangPinduoduoUSD58,6 miliar
Pony MaTencentUSD53,3 miliar
Jack MAAlibaba, AntUSD50,9 miliar
Wiliang DingNetEase
USD29,8 miliar
Zhang YimingByteDance
USD25 miliar
Wang Xing MeituanUSD20,2 miliar
Richard LiuJD.comUSD19,3 miliar

Tentu saja, merosotnya kekayaan Jack Ma masih ada kaitannya dengan ucapannya yang mengkritik pemerintah China akan regulasi finansial yang ketat sehingga membuat perusahaan sulit berinovasi. Juga, menyebut bank-bank China beroperasi dengan mental “tukang gadai”.

Dampaknya, pemerintah China saat ini mengawasi ketat setiap langkah Ant Group, perusahaan Jack Ma yang gagal melantai di bursa saham. Para investor Alibaba maupun Ant Group pun saat ini ketar-ketir.

Bruce Pang, kepala penelitian makro dan strategi di China Renaissance Securities Hong Kong menyebut bahwa ada sinyal-sinyal bahwa pemerintah China akan semakin ketat mengawasi gerak-gerik raksasa teknologi di China. Terutama dengan pedoman regulasi anti-monopoli dan antritrust.

Selain menggagalkan IPO Ant Group milik Jack Ma, pemerintah China juga memberlakukan pembatasan tambahan pada sektor pinjaman konsumen, mengusulkan aturan baru untuk mengekang dominasi raksasa internet, serta mendenda Alibaba dan unit Tencent atas akuisisi yang dilakukan tahun lalu.

Pengawasan ketat pemerintah terhadap merger dan akuisisi dipercaya akan menimbulkan masalah di masa depan.
BACA JUGA: Sukses Xiaomi di 2020 Karena Mereka Dengarkan Keinginan Mi Fans Namun, Liu Cheng dari firma hukum King & Wood Mallesons di Beijing menyebut pengawasan negara sangat wajar dilakukan. ”Andai ada kesepakatan serupa di Amerika atau Eropa, misalnya saja besok Facebook bergabung dnegan Google, tentu negara harus bereaksi. Para perusahaan teknologi harus lebih memperhatikan kepatuhan,” beber Liu.

Boncos Rp155 Triliun, Jack Ma Bukan Lagi Terkaya di China

Kantor pusat Ant Group di Hangzhou, China.

Terlepas dari itu semua, banyak taipan internet baru lahir di China. Tepatnya, ada 21 taipan yang dilacak indeks Bloomberg memperoleh USD187 miliar pada 2020.

Menurut Liu Cheng, China kedepannya terus meningkatkan upaya antitrust dan mencegah ekspansi modal ke luar China dalam jumlah besar. Industri teknologi yang lebih diatur diharapkan bisa membantu mendorong konsumsi domestik dan menumbuhkan ekonomi pasca Covid-19 sementara seluruh dunia berjuang untuk mengatasi pandemi.

”Kami melihat langkah regulasi terbaru sebagai upaya berkelanjutan di jalur reformasi regulasi China. Agar keadilan pasar yang lebih baik tercapai, juga mendorong perkembangan yang sehat dari seluruh ekonomi,” ujar Liu Cheng.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jack Ma Turun Gunung,...
Jack Ma Turun Gunung, Kembali ke Alibaba untuk Rebut Lagi Tahkta Teknologi China
Jack Ma Muncul Kembali...
Jack Ma Muncul Kembali Bersama Bos BYD setelah 5 Tahun Menghilang
Bill Gates, Jack Ma,...
Bill Gates, Jack Ma, dan Jeff Bezos Bersatu Kembangkan AI Pertambangan
Dari CEO Terkaya di...
Dari CEO Terkaya di Dunia, Jack Ma Pendiri Alibaba Kini Jadi Dosen di Jepang
Terusik ChatGPT, Jack...
Terusik ChatGPT, Jack Ma Pulang ke China
Ketangkap Basah di Jepang,...
Ketangkap Basah di Jepang, Jack Ma Kabur ke Bangkok
6 Miliarder Dunia yang...
6 Miliarder Dunia yang Memilih Hidup Sederhana Meski Tajir Melintir
Jack Ma Resmi Tersingkir...
Jack Ma Resmi Tersingkir dari Pemegang Saham Kendali di Ant Group
Mengejutkan, Jack Ma...
Mengejutkan, Jack Ma Kini Beralih ke Bisnis Makanan
Rekomendasi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved