Bisa Disalahgunakan, Microsoft Hapus 10 Juta Data Pengenalan Wajah

Selasa, 11 Juni 2019 - 12:51 WIB
Bisa Disalahgunakan,...
Bisa Disalahgunakan, Microsoft Hapus 10 Juta Data Pengenalan Wajah
A A A
REDMONT - Microsoft menghapus database sebanyak 10 juta gambar yang digunakan untuk melatih sistem pengenalan wajah. Basis data diluncurkan pada 2016 dan dibangun dengan gambar online dari 100.000 orang yang dikenal.

Diyakini basis data tersebut telah digunakan untuk melatih sistem yang dioperasikan oleh polisi dan pasukan militer. Penghapusan itu terjadi setelah Microsoft meminta politisi AS untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengatur sistem pengakuan.

Tahun lalu, Presiden Microsoft Brad Smith meminta Kongres AS untuk mengambil tugas mengatur penggunaan sistem pengenalan wajah. Sebab mereka memiliki "konsekuensi sosial yang luas dan potensi penyalahgunaan".

Laman TechLapse melaporkan, baru-baru ini, Microsoft telah menolak permintaan polisi California untuk menggunakan sistem pendeteksi wajahnya di kamera dan mobil. Set besar gambar, yang disebut database MSCeleb, dikompilasi dari gambar selebriti yang ditemukan online.

Proyek Megapixels, yang memantau basis data wajah, menyatakan "mayoritas" gambar berasal dari aktor Amerika dan Inggris. Termasuk wajah orang yang merasa perlu mempertahankan kehadiran online untuk kehidupan profesional mereka. Itu berarti wartawan, artis, musisi, aktivis, politisi, penulis, dan peneliti.

Meskipun tidak lagi tersedia dari Microsoft, data masih digunakan oleh orang-orang yang telah mengunduh salinannya.

"Tidak bisa membuat satu set data hilang," kata, Adam Harvey dari Megapixels. "Setelah Anda menerbitkannya, dan orang-orang mengunduhnya, (data) itu bisa ada di hard drive di seluruh dunia."

Di Inggris, polisi telah dikritik karena menguji sistem pengenalan wajah buatan sendiri yang terbukti tidak mampu mengenali orang. Sebuah tes salah dalam 92% kasus.

Sementara LSM setempat, Big Brother Watch mengatakan, pengenalan wajah yang "menembus" di jalan-jalan Inggris sangat tidak bertanggung jawab.
(mim)
Berita Terkait
Ancaman Kejahatan Siber...
Ancaman Kejahatan Siber Dinilai Harus Menjadi Perhatian Bersama
3 Modus Penipuan Keuangan...
3 Modus Penipuan Keuangan Berbasis AI, Masyarakat Diimbau Waspada
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Cegah Kebocoran Data,...
Cegah Kebocoran Data, Keamanan Siber Pakai Teknologi AI untuk Perlindungan
Kejahatan Siber Semakin...
Kejahatan Siber Semakin Canggih, Teknologi Keamanan Data Akan Berbasis AI
Bos Microsoft Sebut...
Bos Microsoft Sebut Bahaya Terbesar AI adalah Pemalsuan
Berita Terkini
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
3 jam yang lalu
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
8 jam yang lalu
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
12 jam yang lalu
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
23 jam yang lalu
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
1 hari yang lalu
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
1 hari yang lalu
Infografis
Jika Perang Nuklir Terjadi,...
Jika Perang Nuklir Terjadi, 300 Juta Orang di AS Bisa lenyap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved