Alasan Perusahaan Teknologi Ini Terapkan Work From Anywhere
Jum'at, 17 Juni 2022 - 12:38 WIB
loading...
Perusahaan teknologi Alita percaya diri dengan menerapkan Work From Anywhere, klaim memiliki sertifikasi untuk menjaga keamanan informasi. Foto: dok Alita
A
A
A
JAKARTA - Wajar jika banyak perusahaan sudah memberlakukan 100 persen WFO (work from office) . Selain karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) sudah level satu, kasus Covid-19 juga sudah semakin terkendali.
Meski demikian, imbas lebih dari 2 tahun adopsi kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) membuat sejumlah perusahaan memilih tren baru kerja dimana saja atau Work from Anywhere (WFA).
Salah satunya PT Alita Praya Mitra (Alita) yang mengaku ingin bertransformasi menuju korporasi yang benar-benar digital di Indonesia.
”Pandemi telah bergeser menjadi endemi. Namun masyarakat masuk dalam era volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity (VUCA) yang penuh ketidakpastian. Kita perlu VUCA 2.0, yakni vision, understanding, courage, dan adaptability,” ujar Direktur Utama PT Alita Praya Mitra (Alita), Teguh Prasetya.
Menurut Teguh, Alita adalah perusahaan teknologi yang sudah berusia lebih dari 27 tahun di Indonesia. Layanan mereka meliputi sistem integrator dan managed service, solusi jaringan, solusi fiber, juga memiliki jaringan serat optik sepanjang 8.000 km.
”Maka, kami sangat percaya diri untuk meluncurkan pola kerja dari mana saja atau Work from Anywhere (WFA) bagi karyawan. Sekaligus menegaskan bahwa kami benar-benar ingin jadi perusahaan digital penuh pertama di Indonesia,” katanya.
Selama hampir 3 tahun WFH, Teguh menyebut bahwa pola kerja mereka berhasil meningkatkan produktivitas kerja hingga 50% dan menurunkan biaya operasional kantor hingga 70%.
Meski demikian, imbas lebih dari 2 tahun adopsi kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) membuat sejumlah perusahaan memilih tren baru kerja dimana saja atau Work from Anywhere (WFA).
Salah satunya PT Alita Praya Mitra (Alita) yang mengaku ingin bertransformasi menuju korporasi yang benar-benar digital di Indonesia.
”Pandemi telah bergeser menjadi endemi. Namun masyarakat masuk dalam era volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity (VUCA) yang penuh ketidakpastian. Kita perlu VUCA 2.0, yakni vision, understanding, courage, dan adaptability,” ujar Direktur Utama PT Alita Praya Mitra (Alita), Teguh Prasetya.
Menurut Teguh, Alita adalah perusahaan teknologi yang sudah berusia lebih dari 27 tahun di Indonesia. Layanan mereka meliputi sistem integrator dan managed service, solusi jaringan, solusi fiber, juga memiliki jaringan serat optik sepanjang 8.000 km.
”Maka, kami sangat percaya diri untuk meluncurkan pola kerja dari mana saja atau Work from Anywhere (WFA) bagi karyawan. Sekaligus menegaskan bahwa kami benar-benar ingin jadi perusahaan digital penuh pertama di Indonesia,” katanya.
Selama hampir 3 tahun WFH, Teguh menyebut bahwa pola kerja mereka berhasil meningkatkan produktivitas kerja hingga 50% dan menurunkan biaya operasional kantor hingga 70%.
Lihat Juga :