Survei Kaspersky: Karyawan Lebih Nyaman WFH Walau Beban Kerja Meningkat
Senin, 01 November 2021 - 15:36 WIB
loading...
Pandemi Covid-19 sejak tahun lalu membuat banyak hal berubah. Termasuk pola kerja yang saat ini lebih sering dikerjakan dari rumah. Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 sejak tahun lalu membuat banyak hal berubah. Termasuk pola kerja yang saat ini lebih sering dikerjakan dari rumah alias work from home (WFH) .
Menurut survei Kaspersky baru-baru ini terhadap 4.303 pekerja sektor teknologi informasi (TI), 54% karyawan telah melaporkan peningkatan beban kerja sejak beralih ke sistem jarak jauh, dengan 18% menggambarkan peningkatan yang signifikan.
Selain itu,37% tidak melihat perubahan volume beban kerja, dan 9% mencatat penurunan lingkup kerja (scope of work) karena kondisi kerja yang baru.
BACA: Cara Membuat Tanda Tangan Elektronik
Meskipun survei mengungkapkan bahwa lebih dari setengah karyawan mengalami peningkatan beban kerja, 64% dari mereka yang disurvei tidak lagi merasa kelelahan dari penerapan sistem kerja jarak jauh.
Hal ini didukung dengan fakta sebanyak 36% melaporkan memiliki lebih banyak energi saat bekerja dari rumah, dan 28% tidak melihat perbedaan antara bekerja dari kantor atau WFH .
Melalui keterangan tertulis, Senin (1/11/2021), dalam hal stabilitas emosional, format jarak jauh dapat diterima dengan baik oleh karyawan 67% melaporkan merasa lebih nyaman bekerja dari jarak jauh atau tidak mengalami peningkatan kecemasan akibat lembur, sementara 41% responden bahkan merasa lebih nyaman bekerja dari rumah.
Menurut survei Kaspersky baru-baru ini terhadap 4.303 pekerja sektor teknologi informasi (TI), 54% karyawan telah melaporkan peningkatan beban kerja sejak beralih ke sistem jarak jauh, dengan 18% menggambarkan peningkatan yang signifikan.
Selain itu,37% tidak melihat perubahan volume beban kerja, dan 9% mencatat penurunan lingkup kerja (scope of work) karena kondisi kerja yang baru.
BACA: Cara Membuat Tanda Tangan Elektronik
Meskipun survei mengungkapkan bahwa lebih dari setengah karyawan mengalami peningkatan beban kerja, 64% dari mereka yang disurvei tidak lagi merasa kelelahan dari penerapan sistem kerja jarak jauh.
Hal ini didukung dengan fakta sebanyak 36% melaporkan memiliki lebih banyak energi saat bekerja dari rumah, dan 28% tidak melihat perbedaan antara bekerja dari kantor atau WFH .
Melalui keterangan tertulis, Senin (1/11/2021), dalam hal stabilitas emosional, format jarak jauh dapat diterima dengan baik oleh karyawan 67% melaporkan merasa lebih nyaman bekerja dari jarak jauh atau tidak mengalami peningkatan kecemasan akibat lembur, sementara 41% responden bahkan merasa lebih nyaman bekerja dari rumah.
Lihat Juga :