Ransomware: Ancaman Nyata di 2025, Bagaimana Organisasi di Indonesia Melindungi Diri?

Rabu, 18 Desember 2024 - 08:28 WIB
loading...
Ransomware: Ancaman...
Ransomware merupakan ancaman nyata yang terus berevolusi. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Ransomware menjadi momok menakutkan di era digital. Perangkat lunak jahat ini menyandera data dengan cara mengenkripsi file atau mengunci sistem operasi, lalu menuntut tebusan agar korban bisa mendapatkan kembali akses ke data mereka.

Dua Jenis Utama Ransomware:

- Ransomware locker: Mempengaruhi fungsi dasar komputer, mengunci akses ke sistem operasi.

- Ransomware crypto: Mengenkripsi file individual, membuatnya tidak dapat diakses tanpa kunci dekripsi.

Ransomware 3.0: Ransomware-as-a-Service (RaaS)

Tren Ransomware 3.0 menandai evolusi baru dalam ancaman ransomware. Munculnya Ransomware-as-a-Service (RaaS) memudahkan pelaku kejahatan siber, bahkan yang memiliki kemampuan teknis rendah, untuk melancarkan serangan ransomware.

"Oleh karena itu, hal ini membuka banyak kemungkinan bagi pelaku kejahatan siber untuk membuat serangan mereka lebih efektif, karena memungkinkan untuk mengkonfigurasi opsi penyebaran jaringan dan fungsi penghentian pertahanan. Hal ini menjadi lebih berbahaya jika penyerang memiliki kredensial istimewa yang valid pada infrastruktur yang ditargetkan,” komentar Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.

Indonesia: Target Utama Serangan Ransomware di Asia Tenggara

Data dari Kaspersky mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi target utama serangan ransomware di Asia Tenggara. Dari Januari hingga Juni 2024, Kaspersky mendeteksi 57.571 serangan ransomware yang menargetkan bisnis di Asia Tenggara, dengan 32.803 insiden terjadi di Indonesia.

Siapa Saja yang Rentan Terkena Serangan?

Semua organisasi, baik besar maupun kecil, rentan terkena serangan ransomware. Namun, sektor-sektor kritikal seperti pemerintahan, keuangan, kesehatan, dan pendidikan menjadi target utama karena menyimpan data sensitif dan krusial.

Bagaimana Organisasi di Indonesia Dapat Melindungi Diri?

Berikut beberapa rekomendasi dari Kaspersky untuk melindungi organisasi dari serangan ransomware:

1. Amankan layanan remote desktop: Jangan mengekspos layanan desktop/manajemen jarak jauh (seperti RDP, MSSQL, dll.) ke jaringan publik dan selalu gunakan kata sandi yang kuat, autentikasi dua faktor, dan firewall.

2. Perbarui perangkat lunak: Pastikan semua perangkat lunak selalu diperbarui ke versi terbaru untuk menambal kerentanan keamanan.

3. Tingkatkan deteksi ancaman: Fokus pada pendeteksian pergerakan lateral dan penyelundupan data ke internet.

4. Cadangkan data secara berkala: Lakukan pencadangan data secara teratur, termasuk pencadangan offline, dan pastikan Anda dapat mengaksesnya dengan cepat saat dibutuhkan.

5. Kelola akses dan rantai pasokan: Lakukan penilaian dan audit rantai pasokan dan kelola akses layanan ke lingkungan Anda.

6. Siapkan rencana tindakan: Miliki rencana tindakan untuk mengendalikan risiko reputasi jika terjadi pencurian data.

7. Bangun pusat operasi keamanan (SOC): Gunakan alat SIEM (manajemen informasi dan peristiwa keamanan).

8. Manfaatkan Threat Intelligence: Gunakan informasi Threat Intelligence terbaru dari untuk mengetahui taktik, teknik, dan prosedur (TTP) yang digunakan oleh pelaku ancaman.

Baca Juga: Indonesia Jadi Target Utama Serangan Ransomware di Asia Tenggara

9. Edukasi karyawan: Berikan edukasi dan pelatihan keamanan siber kepada karyawan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan mereka terhadap ancamanransomware.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Melindungi Pahlawan...
Melindungi Pahlawan Jalanan: Telkomsel, Kaspersky, dan Gojek Bersatu Padu Hadirkan Paket Swadaya Aman
Waspada! 467.000 File...
Waspada! 467.000 File Berbahaya Menyerang Setiap Hari di 2024!
Waspada! Serangan Ransomware...
Waspada! Serangan Ransomware di Asia Tenggara Meningkat, Indonesia Jadi Target Utama
Jangan Lengah! 5 Juta...
Jangan Lengah! 5 Juta Ancaman Online Mengintai Pengguna Internet Indonesia
Waspada Penipuan Donasi...
Waspada Penipuan Donasi Kripto Palsu Terkait Penangkapan Pavel Durov
Serangan Malware dan...
Serangan Malware dan Ransomware Terus Mengancam Keamanan Data
Garudafood Diduga Kena...
Garudafood Diduga Kena Ransomware, 10GB Data Perusahaan Terancam Bocor ke Publik
Bak Drama Korea, Peretas...
Bak Drama Korea, Peretas PDNS 2 Brain Chiper Bilang Gini ke Kominfo
Miris, Senjata Hacker...
Miris, Senjata Hacker untuk Bikin Ransomware Dijual Murah Rp1,6 Juta di Pasar Gelap
Rekomendasi
Pratikno Silaturahmi...
Pratikno Silaturahmi Lebaran ke Jokowi: Tadi Cerita tentang Cucu-cucu
Tol Jakarta-Cikampek...
Tol Jakarta-Cikampek dan Tol MBZ Macet Parah pada Hari Pertama Lebaran
Dewi Andongsari, Sosok...
Dewi Andongsari, Sosok Ibunda Gajah Mada yang Jarang Diketahui
Berita Terkini
Fosil Nenek Moyang Manusia...
Fosil Nenek Moyang Manusia Berusia 1 Juta Tahun Ditemukan
7 jam yang lalu
Tes DNA Pakai Aplikasi...
Tes DNA Pakai Aplikasi Tanpa Harus Datang ke Ahli Medis
11 jam yang lalu
Cloudflare Kenalkan...
Cloudflare Kenalkan AI untuk Mencegah Pencurian Data
13 jam yang lalu
Racun di Danau Laguna...
Racun di Danau Laguna Verde Diklaim seperti Air di Mars
14 jam yang lalu
Google Maps Kini Bisa...
Google Maps Kini Bisa Kenali Detail Lokasi hanya dari Tangkapan Layar
16 jam yang lalu
5 Game Seru untuk Mengisi...
5 Game Seru untuk Mengisi Waktu Libur Leberan 2025
18 jam yang lalu
Infografis
3 Ancaman Terbesar Militer...
3 Ancaman Terbesar Militer AS, Paling Utama Adalah China
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved