Makam Firaun Misterius Ditemukan setelah 3.600 Tahun
Minggu, 30 Maret 2025 - 23:27 WIB
loading...
Makam Firaun Misterius Ditemukan . FOTO/ INDY
A
A
A
JERUSALEM - Makam Firaun Mesir kuno yang tidak dikenal dari 3.600 tahun yang lalu digali oleh para arkeolog .
BACA JUGA - Elon Musk: Jangan Pernah Serang Rusia
Lokasinya terletak tujuh meter (23 kaki) di bawah tanah di pekuburan kuno Gunung Anubis di Abydos, salah satu kota tertua di Mesir kuno dan enam mil dari Sungai Nil, menurut Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir.
Dalam penemuan ini, Museum Universitas Pennsylvania dan arkeolog Mesir menemukan ruang pemakaman batu kapur setinggi 5 meter (16,5 kaki) dengan kubah bata lumpur, sementara di kedua sisi pintu masuk, mereka juga menemukan prasasti yang memudar.
Satu set pita emas hieroglif yang kemungkinan bertuliskan nama raja (yang identitasnya masih menjadi misteri) dan satu lagi bertuliskan dewi Isis dan Nephthys.
Meskipun identitas firaun tersebut belum terpecahkan, diyakini ia memerintah dari Periode Menengah Kedua (1640 SM hingga 1540 SM), pada saat wilayah tersebut menghadapi ketidakstabilan politik di Mesir kuno yang terpecah-pecah.
Ini termasuk Dinasti Abydos - yang juga dikenal sebagai "dinasti yang hilang" - di mana serangkaian raja memerintah Mesir Hulu antara tahun 1700 SM dan 1600 SM, dan para ahli memperkirakan makam tersebut bisa jadi merupakan makam terbesar dan paling awal dari dinasti ini.
BACA JUGA - Elon Musk: Jangan Pernah Serang Rusia
Lokasinya terletak tujuh meter (23 kaki) di bawah tanah di pekuburan kuno Gunung Anubis di Abydos, salah satu kota tertua di Mesir kuno dan enam mil dari Sungai Nil, menurut Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir.
Dalam penemuan ini, Museum Universitas Pennsylvania dan arkeolog Mesir menemukan ruang pemakaman batu kapur setinggi 5 meter (16,5 kaki) dengan kubah bata lumpur, sementara di kedua sisi pintu masuk, mereka juga menemukan prasasti yang memudar.
Satu set pita emas hieroglif yang kemungkinan bertuliskan nama raja (yang identitasnya masih menjadi misteri) dan satu lagi bertuliskan dewi Isis dan Nephthys.
Meskipun identitas firaun tersebut belum terpecahkan, diyakini ia memerintah dari Periode Menengah Kedua (1640 SM hingga 1540 SM), pada saat wilayah tersebut menghadapi ketidakstabilan politik di Mesir kuno yang terpecah-pecah.
Ini termasuk Dinasti Abydos - yang juga dikenal sebagai "dinasti yang hilang" - di mana serangkaian raja memerintah Mesir Hulu antara tahun 1700 SM dan 1600 SM, dan para ahli memperkirakan makam tersebut bisa jadi merupakan makam terbesar dan paling awal dari dinasti ini.
Lihat Juga :