Miris, Senjata Hacker untuk Bikin Ransomware Dijual Murah Rp1,6 Juta di Pasar Gelap

Senin, 08 Juli 2024 - 21:16 WIB
loading...
Miris, Senjata Hacker...
Botnet adalah jaringan perangkat yang terinfeksi malware dan dapat digunakan untuk melakukan serangan siber otomatis seperti DDoS. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Kaspersky Digital Footprint Intelligence mengungkapkan temuan mengejutkan tentang penjualan botnet di pasar gelap dan saluran Telegram.

Penjahat siber kini dapat dengan mudah membeli botnet siap pakai dengan harga mulai dari USD99. Selain itu, botnet juga bisa disewa atau diperoleh dari kode sumber yang bocor dengan harga yang sangat murah.

Apa Itu Botnet dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Botnet adalah jaringan perangkat yang terinfeksi malware dan dapat digunakan untuk melakukan serangan siber otomatis seperti DDoS.

Alisa Kulishenko, analis keamanan di Kaspersky Digital Footprint Intelligence, menjelaskan, "Mirai adalah salah satu contoh botnet yang paling terkenal. Ia memindai internet untuk mencari perangkat IoT dengan kata sandi default lemah, menggunakan serangkaian kredensial default yang diketahui untuk
mendapatkan akses, dan menginfeksi perangkat tersebut. Perangkat yang terinfeksi kemudian menjadi bagian dari botnet, yang dapat dikontrol dari jarak jauh untuk melakukan berbagai jenis serangan siber."

Harga Botnet di Pasar Gelap

Botnet yang dijual di pasar gelap memiliki harga yang bervariasi tergantung pada kualitasnya. Tahun ini, penawaran terendah dimulai dari USD99, sementara yang tertinggi mencapai USD10.000. Selain itu, botnet juga bisa disewa dengan harga mulai dari USD30 hingga USD4.800 per bulan.

“Potensi pendapatan dari serangan yang menggunakan botnet untuk disewa atau dijual dapat melebihi biaya terkait. Mereka mengizinkan aktivitas seperti penambangan aset kripto ilegal atau serangan ransomware, dan banyak lagi. Sumber terbuka melaporkan bahwa pembayaran tebusan rata-rata adalah dua juta dolar AS! Sebaliknya, menyewa botnet jauh lebih murah dan dapat memberikan hasil hanya dengan satu serangan yang berhasil," tambah Alisa Kulishenko.

Selain membeli botnet yang sudah jadi, penjahat siber juga bisa mendapatkan akses ke botnet melalui kode sumber yang bocor. Akses ini bisa didapatkan secara gratis atau dengan biaya USD10 hingga USD50. Namun, botnet yang bocor lebih rentan terdeteksi oleh solusi keamanan.

Pilihan lain adalah dengan menugaskan pengembangan botnet dari awal. Biaya pengembangan ini mulai dari USD3.000 dan tidak memiliki batas harga tertentu. “Sebagian besar kesepakatan ini terjadi secara pribadi, melalui pesan pribadi, dan mitra biasanya dipilih berdasarkan reputasi, seperti peringkat pada forum,” jelas Alisa Kulishenko.

Pada tahun 2024, botnet terus menjadi alat yang ampuh bagi pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai serangan.

Berikut beberapa contoh penggunaan botnet dalam kejahatan siber di tahun 2024:

1. Serangan DDoS (Distributed Denial of Service): Botnet digunakan untuk membanjiri server atau jaringan dengan lalu lintas palsu, sehingga membuat server atau jaringan tersebut tidak dapat diakses oleh pengguna yang sah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
5 Provinsi di Indonesia...
5 Provinsi di Indonesia Jadi Target Penguatan Keamanan Siber Pemerintah
Peringatan Keamanan...
Peringatan Keamanan Temukan AC, TV, dan Mesin Cuci Bisa Diretas
Bukan Cuma Adu Rudal,...
Bukan Cuma Adu Rudal, Hacker dan AI Jadi Malaikat Maut di Perang AS-Israel vs Iran
Claude Diperdaya Peretas...
Claude Diperdaya Peretas untuk Curi Data dan Dokumen Rahasia Meksiko
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Hacker Handala Retas...
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
Rekomendasi
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Berita Terkini
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved