Tak Jelas Bisa Ada di Inggris, Vas Berlapis Emas Dinasti Qing Dihargai Rp26,3 Miliar
Rabu, 25 Mei 2022 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga; 46 Lukisan Dewi Mesir yang Indah Terungkap di Langit-langit Kuil Kuno
Selama pemerintahan kaisar Qianlong, harus memadamkan sejumlah pemberontakan. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, situasi politik memburuk ketika China kalah dalam sejumlah perang melawan Eropa dan Amerika, dan pasukan asing menjarah sejumlah istana.
“Terlepas dari kerusuhan ini, seni berkembang baik di Tiongkok,” tulis sejarawan Richard Smith dalam buku Dinasti Qing dan Budaya Tradisional Tiongkok, Rowman & Littlefield Publishers, 2015.
![Tak Jelas Bisa Ada di Inggris, Vas Berlapis Emas Dinasti Qing Dihargai Rp26,3 Miliar]()
Asal-usul vas yang tidak jelas dan sejarah pasukan asing yang menjarah istana China pada abad ke-19 menimbulkan beberapa kekhawatiran etis. Bahwa vas itu dijarah oleh pasukan asing pada abad ke-19 atau awal abad ke-20.
“Itu bisa saja hadiah dari kaisar kepada salah satu pejabatnya, dan keluarga pejabat itu bisa saja menjualnya di pasar terbuka pada abad ke-20 ketika mereka jatuh akibat kesulitan ekonomi. Atau, itu bisa menjadi produk penjarahan militer tahun 1860 atau 1901, yang akan membuat lelangnya jauh lebih meragukan secara moral," Justin Jacobs, seorang profesor sejarah di American University di Washington DC kepada Live Science melalui email.
Jacobs telah mempelajari dan menulis secara ekstensif tentang penjarahan seni Tiongkok pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. “Kami tidak tahu [bagaimana vas itu meninggalkan China] dan kemungkinan besar kami tidak akan pernah tahu,” kata Jacobs.
Selama pemerintahan kaisar Qianlong, harus memadamkan sejumlah pemberontakan. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, situasi politik memburuk ketika China kalah dalam sejumlah perang melawan Eropa dan Amerika, dan pasukan asing menjarah sejumlah istana.
“Terlepas dari kerusuhan ini, seni berkembang baik di Tiongkok,” tulis sejarawan Richard Smith dalam buku Dinasti Qing dan Budaya Tradisional Tiongkok, Rowman & Littlefield Publishers, 2015.

Asal-usul vas yang tidak jelas dan sejarah pasukan asing yang menjarah istana China pada abad ke-19 menimbulkan beberapa kekhawatiran etis. Bahwa vas itu dijarah oleh pasukan asing pada abad ke-19 atau awal abad ke-20.
“Itu bisa saja hadiah dari kaisar kepada salah satu pejabatnya, dan keluarga pejabat itu bisa saja menjualnya di pasar terbuka pada abad ke-20 ketika mereka jatuh akibat kesulitan ekonomi. Atau, itu bisa menjadi produk penjarahan militer tahun 1860 atau 1901, yang akan membuat lelangnya jauh lebih meragukan secara moral," Justin Jacobs, seorang profesor sejarah di American University di Washington DC kepada Live Science melalui email.
Jacobs telah mempelajari dan menulis secara ekstensif tentang penjarahan seni Tiongkok pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. “Kami tidak tahu [bagaimana vas itu meninggalkan China] dan kemungkinan besar kami tidak akan pernah tahu,” kata Jacobs.
(wib)
Lihat Juga :