China Siapkan Kerangka Hukum untuk Mengatur Kecerdasan Buatan

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:42 WIB
loading...
China Siapkan Kerangka...
China Siapkan Kerangka Hukum untuk Mengatur Kecerdasan Buatan. Foto/:Daily
A A A
BEIJING - Untuk pertama kalinya, China tmengkonfirmasi bahwa mereka sedang mengembangkan "kerangka hukum komprehensif" untuk kecerdasan buatan (AI).


Rencana kerja legislatif untuk tahun 2026, yang dirilis pekan lalu olehpemerintahTiongkok, memperkenalkan rencana untuk “meningkatkan tata kelola AI dan mempercepat pengembangan hukum komprehensif untuk memastikan perkembangan AI yang kuat.”

Oleh karena itu, pemerintah Tiongkok akan mempercepat penyelesaian peraturan terkait perlindungan dan pengelolaan data, daya komputasi, algoritma, hak milik, keamanan siber, dan rantai pasokan. Ini adalah pertama kalinya otoritas Tiongkok menggunakan bahasa yang begitu rinci untuk menggambarkan rencana legislatif tentang AI.

Dalam rencana tahun lalu, Beijing hanya secara samar-samar menyatakan akan "mendorong kerja legislatif untuk pengembangan AI." Pada saat yang sama,Kongres Rakyat NasionalTiongkok terus memasukkan legislasi AI dalam agendanya untuk tahun ketiga berturut-turut.

Wang Jiangtao, direktur Pusat Operasi Kepatuhan Data di firma hukum Joint-Win Partners yang berbasis di Shanghai, mengatakan perubahan redaksi tersebut menyoroti “niat mendesak Tiongkok untuk mempercepat pembangunan kerangka hukum.”

Menurutnya, frasa "peraturan perundang-undangan komprehensif" menunjukkan bahwa pihak berwenang akan mempertimbangkan berbagai faktor secara bersamaan, seperti data, algoritma, dan keamanan siber, alih-alih hanya berfokus pada satu bidang saja.

China pertama kali menyebutkan gagasan untuk menetapkan undang-undang AI pada tahun 2017, ketika pemerintah mengeluarkan "Rencana Pengembangan AI Generasi Berikutnya".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Video Prototipe Project...
Video Prototipe Project Aion Ungkap Konsep Sistem Operasi AI Microsoft
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai $10,9 Miliar?
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Rekomendasi
Kejagung Sita 104 Ton...
Kejagung Sita 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron di Bangka Belitung
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Berita Terkini
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Ilmuwan Klaim Berhasil...
Ilmuwan Klaim Berhasil Menghitung Waktu Akhir Kehidupan Bumi
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
Video Prototipe Project...
Video Prototipe Project Aion Ungkap Konsep Sistem Operasi AI Microsoft
Cdidel Sandy Harianto:...
Cdidel Sandy Harianto: dari Iseng Nonton Live Streaming, Kini Jadi Idola Pemain Car Driving Indonesia
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved