Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Minggu, 26 Juli 2026 - 15:26 WIB
loading...
Korsel Terjunkan Robot PiBot. Foto/ Viet
A
A
A
JAKARTA - KAIST mengintegrasikan AI ke dalam robot humanoid PiBot, membantu pengoperasian kapal angkatan laut dan pesawat terbang untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja militer di Korea Selatan.
Angkatan LautKorea Selatantelah melakukan uji coba mengendalikan kapal simulasi menggunakan robot humanoid bernama PiBot di fasilitas pelatihannya di Changwon.
Dikembangkan oleh Institut Sains dan Teknologi Korea (KAIST), proyek ini menerapkan kecerdasan buatan dan teknologi pengolahan bahasa alami untuk mengoperasikan kendaraan militer yang ada tanpa memerlukan modifikasi perangkat keras.
Proyek PiBot diluncurkan pada tahun 2016 di bawah kepemimpinan Profesor Shim Hyun-chul dari KAIST. Versi awalnya hanya melakukan tugas-tugas yang telah diprogram sebelumnya dan tidak dapat menangani situasi di luar skrip secara mandiri.
Sejak tahun 2022, proyek ini telah menerima pendanaan sebesar 5,7 miliar won (sekitar 4,5 juta dolar AS) selama lima tahun dari BadanPengembanganPertahanan Korea untuk mengintegrasikan model bahasa besar (LLM).
Berkat teknologi pemrosesan bahasa alami, PiBot mampu menerima perintah suara, menganalisis struktur perintah, mengulanginya untuk konfirmasi, dan menjalankan operasi kontrol.
Angkatan LautKorea Selatantelah melakukan uji coba mengendalikan kapal simulasi menggunakan robot humanoid bernama PiBot di fasilitas pelatihannya di Changwon.
Dikembangkan oleh Institut Sains dan Teknologi Korea (KAIST), proyek ini menerapkan kecerdasan buatan dan teknologi pengolahan bahasa alami untuk mengoperasikan kendaraan militer yang ada tanpa memerlukan modifikasi perangkat keras.
Proyek PiBot diluncurkan pada tahun 2016 di bawah kepemimpinan Profesor Shim Hyun-chul dari KAIST. Versi awalnya hanya melakukan tugas-tugas yang telah diprogram sebelumnya dan tidak dapat menangani situasi di luar skrip secara mandiri.
Sejak tahun 2022, proyek ini telah menerima pendanaan sebesar 5,7 miliar won (sekitar 4,5 juta dolar AS) selama lima tahun dari BadanPengembanganPertahanan Korea untuk mengintegrasikan model bahasa besar (LLM).
Berkat teknologi pemrosesan bahasa alami, PiBot mampu menerima perintah suara, menganalisis struktur perintah, mengulanginya untuk konfirmasi, dan menjalankan operasi kontrol.
Lihat Juga :