AS dan China Berlomba Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:15 WIB
loading...
AS dan China Berlomba...
AS dan China Berlomba Bangun Pusat Data . Foto/ viet
A A A
JAKARTA - Gagasan mengirim pusat data AI ke luar angkasa, yang dulunya dianggap mustahil, kini menjadi perlombaan teknologi baru antara Amerika Serikat dan China

Travis Beals, seorang direktur senior dari kelompok riset Paradigms of Intelligence di Google, mengatakan bahwa ia menghabiskan dua tahun mencoba untuk membantah proposal penempatan pusat data bertenaga surya di luar angkasa.

"Akhirnya kami menyadari bahwa itu sepenuhnya mungkin,"kata Beals.

Setelah berbagai perhitungan dan eksperimen di darat, Google memutuskan untuk meluncurkan Project Suncatcher, sebuah kolaborasi dengan perusahaan pengamatan Bumi Planet Labs untuk menguji kemampuan pemrosesan AI di orbit Bumi.

Sesuai rencana, satelit pertama yang dilengkapi dengan TPU, sebuah chip AI khusus yang dikembangkan oleh Google, akan diluncurkan pada tahun 2027 untuk menguji kinerja chip tersebut di lingkungan luar angkasa.

Luar angkasa dipandang sebagai target baru dalam perlombaan membangun pusat data. (Gambar: Planet Labs)
Persaingan baru AS-China

Google bukanlah satu-satunya perusahaan yang mengejar ambisi ini. Perusahaan teknologi besar, perusahaan rintisan, dan lembagapemerintahdi AS dan Asia meningkatkan penelitian tentang pusat data berbasis ruang angkasa di tengah meningkatnya permintaan AI yang memberikan tekanan lebih besar pada jaringan listrik di bumi.

"Ini adalah front baru dalam persaingan antara AS dan China, di mana sektor kedirgantaraan, AI, dan semikonduktor bertemu,"kata Hong Shangguan, seorang investor veteran dan mantan mitra di Legend Capital yang didukung Lenovo.

Menurut Hong, meskipun teknologi tersebut masih dalam tahap awal dan membutuhkan banyak modal dan waktu, China harus mengamankan posisi strategisnya sekarang juga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Rekomendasi
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
Perbandingan Pangkalan...
Perbandingan Pangkalan Militer AS vs China di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved