AS dan China Berlomba Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:15 WIB
loading...
A A A
Pandangan serupa juga muncul di Amerika Serikat. John E. Shaw, mantan wakil komandan Komando Luar Angkasa AS, berpendapat bahwa luar angkasa kini bukan hanya keuntungan strategis tetapi telah menjadi "kebutuhan strategis" untuk melindungi kemampuan nasional.

Meskipun sama-sama menganggap AI di luar angkasa sebagai prioritas strategis, AS dan China menempuh jalur yang berbeda.

Di AS, infrastruktur AI semakin dibatasi oleh tantangan energi. Menurut International Data Center Administration (IDCA), pusat data AS saat ini memiliki total kapasitas sekitar 29,2 GW, setara dengan 6% dari jaringan listrik nasional.

Meningkatnya tekanan pada konsumsi listrik menyebabkan banyak komunitas lokal menentang pembangunan pusat data berskala besar lainnya.

Sementara itu, Tiongkok belum menghadapi tekanan serupa. IDCA melaporkan bahwa kapasitas pusat data negara tersebut sekitar 8,5 GW, setara dengan hanya 0,8% dari jaringan listrik nasional.

Para pengamat meyakini bahwa AS berfokus pada pengiriman data ke luar angkasa untuk diproses guna mengurangi beban pada sumber daya listrik berbasis darat, sementara China ingin memproses langsung data yang dihasilkan di orbit dari satelit atau aktivitas produksi di luar angkasa.

Kedua kekuatan tersebut mengalami percepatan yang signifikan di bidang ini.

Bulan lalu, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok membentuk Komite Pakar Komputasi Antariksa untuk mengembangkan standar dan memberikan dukungan keuangan bagi proyek-proyek terkait.

Pada tahun 2025, perusahaan rintisan ADA Space, bersama dengan Zhejiang Laboratory (yang didukung oleh Alibaba), meluncurkan 12 satelit yang dilengkapi dengan perangkat komputasi, yang oleh perusahaan tersebut disebut sebagai "konstelasi komputasi AI yang mengorbit pertamadi dunia."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Ford dan Apple Bergabung...
Ford dan Apple Bergabung Bangun Teknologi Otomotif Cerdas
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rekomendasi
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
Rights Issue, cashUP...
Rights Issue, cashUP Siapkan Modal Baru untuk Perluasan Ekosistem Merchant
Momen Kedatangan Timnas...
Momen Kedatangan Timnas Indonesia di Stadion Pakansari Jelang Lawan Kamboja
Berita Terkini
Waspadai Heat Stroke,...
Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
Facebook Menguji Tampilan...
Facebook Menguji Tampilan Video Layar Penuh Mirip TikTok
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved