AS dan China Berlomba Bangun Pusat Data AI di Luar Angkasa

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:15 WIB
loading...
A A A
Sementara itu di AS, StarCloud yang didukung Nvidia telah meluncurkan chip H100-nya ke orbit dan mengumumkan keberhasilan pelatihan model bahasa skala besar pertama di luar angkasa.

Banyak ahli percaya bahwa meluncurkan beberapa satelit yang terintegrasi dengan chip AI ke orbit masih jauh dari mencapai konsep "pusat data luar angkasa" yang sebenarnya. Bidang ini masih menghadapi banyak tantangan besar seperti radiasi luar angkasa, pembuangan panas, puing-puing luar angkasa, dan terutama biaya peluncuran.

Menurut laporan Citi, biaya pengiriman satu kilogram kargo ke luar angkasa telah turun menjadi sekitar $1.500 pada tahun 2022, sekitar 30 kali lebih rendah daripada tahun 1981. Beberapa perkiraan menunjukkan angka ini bisa turun menjadi hanya USD33/kg pada tahun 2040.

Namun, pakar Travis Beals berpendapat bahwa biaya saat ini masih belum cukup rendah untuk membuat pusat data berbasis ruang angkasa layaksecara ekonomidalam skala besar.

Dalam pandangan serupa, Brian Rogers, Wakil Presiden Layanan Peluncuran Global di Rocket Lab, percaya bahwa faktor penentu keberhasilan atau kegagalan pusat data berbasis ruang angkasa tetaplah biaya peluncuran.

"Jika biaya peluncuran terus turun tajam, pusat data berbasis ruang angkasa yang baru dapat bersaing dengan model berbasis darat,"katanya.

Meskipun masih jauh dari komersialisasi, rantai pasokan teknologi global telah mulai mempersiapkan skenario pusat data di luar angkasa menjadi kenyataan.

Para produsen server seperti Foxconn, Quanta, dan Wistron diperkirakan akan mendapat keuntungan dari permintaan baru ini. Sementara itu, banyak perusahaan sedang meneliti sistem penyimpanan, pendinginan, dan pengolahan data kelas luar angkasa.

Beberapa perusahaan telah mulai berkolaborasi untuk membangun infrastruktur data orbital. Ramon.Space, sebuah perusahaan yang telah berpartisipasi dalam misi NASA dan JAXA, kini bermitra dengan perusahaan server Foxconn, Ingrasys, untuk mengembangkan pusat data orbital dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Ford dan Apple Bergabung...
Ford dan Apple Bergabung Bangun Teknologi Otomotif Cerdas
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rekomendasi
Rights Issue, cashUP...
Rights Issue, cashUP Siapkan Modal Baru untuk Perluasan Ekosistem Merchant
Perkuat Ketahanan Bencana,...
Perkuat Ketahanan Bencana, Pertagas OEJA Gelar Kencana Si Udin di Gresik
Marvel Umumkan Ryan...
Marvel Umumkan Ryan Gosling Jadi Ghost Rider, David Jonsson Black Panther Baru
Berita Terkini
Waspadai Heat Stroke,...
Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
Facebook Menguji Tampilan...
Facebook Menguji Tampilan Video Layar Penuh Mirip TikTok
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved