Literasi Digital Indonesia Rendah, Pengamat Ingatkan Bahaya Metaverse
Selasa, 28 Desember 2021 - 18:04 WIB
loading...
A
A
A
”Di metaverse kita menempati waktu di dalam waktu (timeless time). Kita akan semakin memisahkan diri kita ke dalam perangkat dan aplikasi digital. Kita diberi hak untuk jadi diri kita yang lain, diperbolehkan melakukan transaksi dengan dampak ekonomi, hingga melakukan kegiatan politik. Ini adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari,” tambah Firman.
Namun, yang terjadi kemudian metaverse akan menimbulkan masalah-masalah baru yang membingungkan. ”Misalnya, bisakah kejahatan di metaverse dituntut dan di adili di ruang analog?,” ungkapnya.
Menurut Firman, ketidakjelasan akan menjadi warna dalam kehidupan metaverse. ”Di metaverse batas antara milik saya dan milik Anda, yang resmi dan tidak resmi, yang diundangkan dan tidak diundangkan, akan melebur jadi satu,” ujarnya.
Tentu saja, ketika semua ketidakjelasan itu dihadapkan dengan warganet Indonesia yang tingkat literasi digitalnya masih rendah, bisa menimbulkan dampak negatif.
Namun, yang terjadi kemudian metaverse akan menimbulkan masalah-masalah baru yang membingungkan. ”Misalnya, bisakah kejahatan di metaverse dituntut dan di adili di ruang analog?,” ungkapnya.
Menurut Firman, ketidakjelasan akan menjadi warna dalam kehidupan metaverse. ”Di metaverse batas antara milik saya dan milik Anda, yang resmi dan tidak resmi, yang diundangkan dan tidak diundangkan, akan melebur jadi satu,” ujarnya.
Tentu saja, ketika semua ketidakjelasan itu dihadapkan dengan warganet Indonesia yang tingkat literasi digitalnya masih rendah, bisa menimbulkan dampak negatif.
(dan)
Lihat Juga :