Pandemi Bikin Restoran Rugi, tapi Pembuat Software untuk Resto ESB Malah Disuntik Rp110 M

Selasa, 12 Oktober 2021 - 23:33 WIB
loading...
Pandemi Bikin Restoran...
Para pendiri ESB, startup dengan software sistem operasional bisnis kuliner yang baru mendapat pendanaan seri A+ senilai USD7,6 juta. Foto: dok ESB
A A A
JAKARTA - Ketika pandemi membuat banyak pemilik usaha restoran merugi atau tutup karena tidak bisa beroperasi, startup yang menyediakan software operasional untuk restoran ESB justru cuan. Mereka baru saja mengumumkan putaran pendanaan Seri A+ senilai USD7,6 juta atau senilai Rp110 miliar.

Nama ESB mungkin asing. Karena mereka beroperasi di belakang layar. ESB mengklaim sebagai satu-satunya platform yang mengintegrasi sistem operasional restoran di Indonesia.

BACA JUGA: Keunggulan MediaTek G88 di Redmi 10, Chip Jagoan Ponsel Entry Level

Dan ada alasan mengapa mereka bisa meraih pendanaan hingga ratusan miliar sederhana. Sebab, ESB adalah perusahaan yang sudah melayani lebih dari 500 merek F&B. Termasuk para raksasa di industri F&B seperti MAP Boga Adiperkasa, Boga Group, Ismaya Group, Sour Sally Group, hingga Marugame Udon. Klaim mereka, dalam setahun bisa melayani 40 juta pesanan.

Siapa yang menyuntik dana ke ESB? Ada nama perusahaan modal ventura Alpha JWC Ventures. Mereka dikenal mengincar startup Indonesia dalam tahap awal, sudah menanam modal di GudangAda, Co Learn, Bobobox, PasarPolis, Hangry, Rata, Saturdays, Storie, Mangkok ku, hingga Ajaib. Alpha JWC Ventures memimpin pendanaan di ESB yang diikuti sejumlah perusahaan lain seperti BEENEXT, Vulcan Capital, AC Ventures, dan Skystar Capital.

Seperti apa sebenarnya layanan ESB? ESB adalah penyedia software sistem operasional bisnis kuliner all-in-one yang menghubungkan front-end, back-end, konsumen, dan mitra rantai pasokan untuk restoran.

Usianya cukup muda. Didirikan pada 2014 oleh Gunawan Woen, Eka Prasetya, Setiadi Prawiryo Moeljadi, dan Dwi Prawira. Para foundernya memang sudah memiliki pengalaman selama puluhan tahun dalam sistem operasi dan rantai pasokan bisnis F&B. Bedanya, mereka menawarkan solusi yang di klaim unik karena berbasis teknologi dan cloud. ”ESB lahir karena para pendirinya kesulitan dalam menjalankan bisnis F&B, terutama dalam menggunakan banyak software dalam operasional bisnis mereka,” ujar Gunawan Woen, Co-Founder dan CEO ESB.

Karena itu, ESB memulai usaha dengan menciptakan solusi cloud Perencanaan Sumberdaya Perusahaan (ERP) yang dapat disesuaikan untuk mengganti sistem hardware-based tradisional dan kurang terjangkau. ESB lantas memperluas produk dengan sistem operasional restoran all-in-one yang mencakup sistem Point-of-Sale (POS) dan teknologi Mobile Ordering (ESB Order).

Dengan pendekatan all-in-one, proses operasional lebih pendek, sehingga cocok digunakan oleh pebisnis F&B yang memiliki banyak cabang dan yang berhubungan langsung dengan konsumen.

ESB justru tumbuh sebesar 3 kali lipat dari tahun sebelumnya selama pandemi berlangsung karena permintaan pemesanan dengan sistem touchless yang disediakan oleh ESB melalui layanan ESB Order.

Saat ini, ESB telah memproses Nilai Transaksi Bruto dengan total lebih dari USD500 juta dan diperkirakan akan tumbuh 10 kali dalam dua tahun ke depan. Mereka bahkan bercita-cita mengikuti kesuksesan Toast di Amerika Serikat yang baru-baru ini sukses dalam Initial Public Offering (IPO).

Lalu untuk apa pendanaan baru senilai Rp110 miliar itu? Mereka mengklaim akan memperluas layanan seperti fitur upselling, peningkatan intelegensi bisnis (BI), solusi pengiriman, solusi pembiayaan, sistem finansial, dan sistem informasi sumber daya manusia (HRIS).

BACA JUGA : 4 Alasan Galaxy Z Flip3 Smartphone Paling Fashionable di 2021

Pada awal 2021, ESB juga telah menerima total pendanaan sebesar USD3 juta dari BEENEXT, AC Ventures, Skystar Capital, dan Selera Kapital.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hubungkan Inovator Lokal...
Hubungkan Inovator Lokal dengan Jaringan Modal Internasional di The 2026 Asia Grassroots Forum
Berbasis Teknologi Digital,...
Berbasis Teknologi Digital, Fitur Instant Redemption Diperkenalkan
Fenomena Equity Crowdfunding...
Fenomena Equity Crowdfunding Meningkat, LandX Siapkan Beragam Strategi
Kebiasaan Hidup Saat...
Kebiasaan Hidup Saat Pandemi Dorong Hadirnya Teknologi Selfkiosk dan Signage
Pandemi Mendorong Popularitas...
Pandemi Mendorong Popularitas Data Center
Startup Beauty-Tech...
Startup Beauty-Tech Social Bella Terima Pendanaan Rp 818 miliar dari Empat Investor
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Menjawab Tantangan Klasik...
Menjawab Tantangan Klasik UMKM, ACC Danaku Dukung Modal Pelaku Usaha Kuliner di Surabaya
Rekomendasi
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berita Terkini
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Infografis
Makanan Terbaik untuk...
Makanan Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bikin Panjang Umur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved