Pandemi Mendorong Popularitas Data Center

Selasa, 03 Agustus 2021 - 07:16 WIB
loading...
Pandemi Mendorong Popularitas Data Center
Isabel Chong, General Manager for Singapore, Indonesia and Malaysia, Eaton. FOTO/ IST
A A A
Penulis: Isabel Chong, General Manager for Singapore, Indonesia and Malaysia, Eaton

COVID-19 telah menciptakan ledakan data center di wilayah ASEAN, terutama di Indonesia. Namun, mampukah kawasan ini mempertahankan pertumbuhan di masa mendatang?

Percepatan digitalisasi secara luas sejak 2020 bukan lagi hal asing bagi banyak orang. Penyebaran COVID-19 di seluruh dunia mengharuskan bisnis untuk memindahkan kegiatan mereka menjadi online dengan cepat sementara orang-orang mencari cara baru untuk bekerja, belajar dan bersantai sejak banyak negara memberlakukan lockdown dan pemerintah menerapkan peraturan jaga jarak sosial.



Kondisi tersebut memunculkan kebiasaan digital yang berperan dalam pertumbuhan aplikasi dan perangkat konektivitas sehingga memungkinkan orang-orang untuk terus bekerja, sekolah, berbelanja dan mendapat hiburan dari rumah.

Di Asia Pasifik, sektor ecommerce, gaming dan video streaming, yang telah menunjukkan kinerja kuat sebelum pandemi, terus tumbuh dengan lebih banyak orang beralih ke layanan digital sebagai dampak dari peraturan jaga jarak sosial. Di saat yang sama, pandemi juga mendorong pemerintah dan perusahaan untuk mentransformasi dan mengadaptasi pengiriman barang serta layanan mereka, memajukan pemakaian IoT, AI dan teknologi lainnya yang bergantung pada pengumpulan dan analisis data, memicu peningkatan permintaan atas infrastruktur komputasi berkinerja tinggi.



Gelombang permintaan data center selanjutnya

Sebagai komponen utama dalam transformasi, sektor data center memperlihatkan peningkatan tinggi dalam permintaan kapasitas, yang akan terus bertambah selama pandemi masih terus berlangsung.

Di Indonesia, pasar data center diperkirakan tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sekitar 6% antara tahun 2020 – 2026 dan meraih lebih dari USD13 miliar dalam waktu lima tahun. Sementara di tingkat global, tujuh dari sepuluh profesional data center yang disurvei oleh Turner & Townsend memandang sektor data center mampu bertahan saat resesi di 2021, naik dari 50% di tahun sebelumnya. Bahkan banyak (85%) yang setuju bahwa permintaan pembangunan data center di 2021 akan meningkat.
Halaman :
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.2306 seconds (0.1#10.140)