Begini Cara Mendapatkan Centang Verifikasi Akun Resmi Telegram

Senin, 24 Mei 2021 - 07:57 WIB
loading...
Begini Cara Mendapatkan...
Telegram membuka kesempatan perusahaan dan pengguna untuk mendapatkan centanng verifikasi akun resmi. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Dengan lebih dari setengah miliar pengguna aktif dan pertumbuhan yang semakin cepat, Telegram telah menjadi platform komunikasi pilihan untuk beragam jenis akun resmi di aplikasinya.

Bisakah pengguna dan perusahaan mendapatkan centang verivikasi resmi di Telegram? Jawabannya bisa. Tim Telegram memastikan verifikasi akun resmi aktif dalam bentuk saluran, grup publik, atau bot guna memastikan pengguna berinteraksi dengan akun resmi.

BACA JUGA: Mengerikan, Kebocoran Data Secara Masif Kok Lama-Lama Jadi Hal Biasa?

Telegram memverifikasi akun resmi dengan mengonfirmasi bahwa akun tersebut telah memverifikasi akunnya di setidaknya dua platform lain yaitu TikTok, Instagram, Facebook, YouTube, Twitter, VK, dan Snapchat.

"Akun resmi perlu menambahkan tautan profil saluran Telegram mereka di platform ini, sehingga tim Telegram dapat mengonfirmasi bahwa mereka dimiliki oleh pemilik yang sama," tulis keterangan resmi mereka.

Setelah ini selesai, pemilik akun perlu menghubungi Telegram @VerifyBot untuk verifikasi.

Untuk yang belum memiliki akun terverifikasi di dua platform lainnya, Telegram dapat memverifikasi akun resminya melalui Wikipedia.

Jika pengguna memiliki halaman tidak sedang disanggah di Wikipedia, yang memenuhi Panduan Notabilitas Wikipedia - dan halaman tersebut mencantumkan tautan ke saluran, bot, atau grup publik di Telegram – maka dapat dihitung sebagai salah satu akun terverifikasi dari dua yang diperlukan.

Untuk organisasi, tautan ke saluran Telegram dari situs web resmi organisasi juga dapat dipertimbangkan. Bot akan menawarkan pilihan untuk memasukan data dan komentar tambahan setelah memeriksa tautan media sosial.

Begini Cara Mendapatkan Centang Verifikasi Akun Resmi Telegram

Badge verifikasi akan diberikan ke halaman terverifikasi. Setelah mengikuti langkah-langkah verifikasi halaman, maka saluran, grup, atau bot yang berhasil diverifikasi akan menerima badge verifikasi berupa tanda centang di sebelah nama akun untuk membedakannya secara visual dari akun tidak resmi lainnya.

Pengeditan nama halaman tidak dapat lagi dilakukan setelah diverifikasi. Saluran, grup, atau bot yang telah terverifikasi tidak dapat mengubah nama atau tautan pendeknya (t.me/...).

Jika perubahan diperlukan, pemilik akun dapat menghapus status verifikasi terlebih dahulu dengan menghubungi @VerifyBot dan mengirim/membatalkan verifikasi akun dan melakukan verifikasi ulang menggunakan bot seperti di awal.

Dengan verifikasi ini, Telegram mengklaim ingin memastikan interaksi aman antara pengguna dan akun-akun resmi dan sebagai cara untuk menunjukkan bahwa pengguna berinteraksi dengan saluran, grup, atau bot yang resmi yang dapat dipercaya oleh pengguna.

Dengan memiliki hampir 500 juta pengguna secara global, aplikasi Telegram dapat digunakan pada beragam perangkat pada saat yang bersamaan – pesan dapat secara otomatis tersinkronisasi pada ponsel, tablet, atau komputer.

Dengan Telegram, pengguna dapat mengirimkan pesan, foto, video, dan segala jenis file (doc, zip, mp3, dll.) juga membuat group dengan member sampai 200.000 atau channel untuk menyebarkan informasi kepada penerima dengan jumlah tak terbatas.

Pengguna dapat menulis ke kontak telepon dan menemukan orang melalui nama pengguna mereka. Telegram seperti gabungan SMS dan email dan dapat mengurus semua kebutuhan perpesanan pribadi atau bisnis.

BACA JUGA: Katanya Aman, Kenapa Akun Telegram Penyidik KPK Novel Baswedan Kena Hack Juga?

Untuk privasi ekstra, Telegram juga mendukung panggilan suara terenkripsi. Dan jika pengguna menginginkan kerahasiaan, Secret Chat pada perangkat Telegram memiliki fitur Self-Destruct yang akan menghapus pesan, foto, dan video dengan sendirinya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terhubung dengan Radikalisme,...
Terhubung dengan Radikalisme, Telegram Memblokir Hampir 190.000 Akun Berbahaya
Ciri-Ciri Kejahatan...
Ciri-Ciri Kejahatan Scam Telegram Palsu yang Harus Diwaspadai
Telegram Kini BIsa Login...
Telegram Kini BIsa Login Menggunakan Passkey Tanpa SMS
Rusia Blokir Panggilan...
Rusia Blokir Panggilan WhatsApp dan Telegram, Ini Alasannya
Telegram Kenalkan Fitur...
Telegram Kenalkan Fitur Baru Pencarian Postingan Publik
Konten Telegram Kini...
Konten Telegram Kini Bisa Disebar lewat Google Cast
Bos Telegram Wariskan...
Bos Telegram Wariskan Hartanya Rp227 Triliun ke 100 Anak, Termasuk dari Hasil Donor Sperma
Polda Metro Jaya Tangkap...
Polda Metro Jaya Tangkap Pria Jual 13.336 Konten Porno Anak di Telegram
Telegram Cetak Keuntungan...
Telegram Cetak Keuntungan Rp16,1 Triliun, Pertama Kalinya sejak Monetisasi
Rekomendasi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
8 Tanda Orang yang Mendapatkan...
8 Tanda Orang yang Mendapatkan Lailatul Qadar, Apa Saja?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved