Trending, Bot Telegram Manipulasi Foto Deepfake Telanjang

Jum'at, 18 Oktober 2024 - 16:33 WIB
loading...
Trending, Bot Telegram...
Kecerdasan buatan kerap disalahgunakan untuk memanipulasi foto atau video alias aksi deepfake. Foto/Wired
A A A
JAKARTA - Kecerdasan buatan kerap disalahgunakan untuk memanipulasi foto atau video alias aksi deepfake . Hal ini pun merambah aplikasi Telegram.

Pada awal 2020, ahli deepfake Henry Ajder menemukan salah satu bot Telegram pertama yang menghasilkan lebih dari 100.000 foto anak-anak. Temuan ini menandai momen aksi serupa yang makin masif serta meluas. Sejak itu, aksi deepfakes menjadi lebih umum, lebih merusak, dan mudah diproduksi.

Laman Wired melansir, Jumat (18/10/2024) komunitas Telegram yang terlibat dengan konten eksplisit non-konsensual mengidentifikasi 50 bot yang mengklaim dapat membuat foto atau video eksplisit dari orang dengan hanya beberapa klik. Bot-bot ini bervariasi kemampuannya, mulai dari menghilangkan pakaian dari area obyek foto hingga menggambarkan obyek dalam berbagai tindakan seksual.

Puluhan bot tersebut mencantumkan lebih dari 4 juta pengguna bulanan secara akumulatif. Sebanyak dua bot mencantumkan lebih dari 400.000 pengguna bulanan masing-masing, sementara 14 lainnya mencantumkan lebih dari 100.000 anggota.

Temuan ini menggambarkan seberapa luas alat pembuatan deepfake eksplisit telah menjadi dan memperkuat tempat Telegram sebagai salah satu lokasi paling menonjol. Namun, snapshot, yang sebagian besar mencakup bot berbahasa Inggris, kemungkinan merupakan sebagian kecil dari keseluruhan bot deepfake di Telegram.

"Kita berbicara tentang peningkatan yang signifikan, urutan besarnya dalam jumlah orang yang jelas-jelas secara aktif menggunakan dan membuat jenis konten ini," kata Ajder tentang bot Telegram.

Baca Juga: Presiden Korea Selatan Berlakukan Darurat Pornografi Deepfake

Ia mengkhawatirkan bot ini merusak kehidupan dan menciptakan skenario yang sangat mengerikan terutama bagi perempuan.

Konten deepfake non-konsensual eksplisit, yang sering disebut sebagai penyalahgunaan gambar intim non-konsensual (NCII) pertama kali muncul pada akhir 2017, dengan kemajuan AI generatif. Di seluruh internet, sejumlah situs web dengan pencarian "nudify" dan "undress" berada di samping alat yang lebih canggih dan bot Telegram, dan digunakan untuk menargetkan ribuan wanita dan gadis di seluruh dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejahatan AI Tidak Terkendali,...
Kejahatan AI Tidak Terkendali, Eropa Awasi Ketat Deepfake
Deepfake Semakin Sempurna...
Deepfake Semakin Sempurna dan Persaingan Kecerdasan AI Memanas
Terhubung dengan Radikalisme,...
Terhubung dengan Radikalisme, Telegram Memblokir Hampir 190.000 Akun Berbahaya
Prediksi Kaspersky 2026:...
Prediksi Kaspersky 2026: Batas Antara Konten Asli dan Palsu Kian Mustahil Dibedakan
Ciri-Ciri Kejahatan...
Ciri-Ciri Kejahatan Scam Telegram Palsu yang Harus Diwaspadai
Telegram Kini BIsa Login...
Telegram Kini BIsa Login Menggunakan Passkey Tanpa SMS
Ancaman Penipuan Berbasis...
Ancaman Penipuan Berbasis AI Deepfake Marak, Nasabah Bank Diminta Jangan Kasih Celah
Raffi Ahmad Jadi Korban...
Raffi Ahmad Jadi Korban Deepfake, Wajahnya Dicatut untuk Penipuan Hadiah Rp100 Juta
Sri Mulyani Bantah Sebut...
Sri Mulyani Bantah Sebut Guru Beban Negara, Ungkap Video Deepfake
Rekomendasi
Uruguay Tersingkir,...
Uruguay Tersingkir, Spanyol Juara Grup C dan Tembus Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Davina Karamoy Curi...
Davina Karamoy Curi Perhatian saat Nonton Ardhito Pramono Manggung di Musiczone Okezone
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Berita Terkini
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Infografis
Foto Wajah Diduga Egi...
Foto Wajah Diduga Egi Pembunuh Vina Cirebon Viral di Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved