Waspada, Ini Daftar 10 Selebriti yang Sering Dipakai untuk Kejahatan Siber
Rabu, 09 Oktober 2024 - 22:10 WIB
loading...
McAfee menempatkan Scarlett Johansson di posisi puncak 2024 Celebrity Hacker Hotlist. Foto/Marca
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah selebriti dunia namanya kerap dicatut oleh para penipu untuk memperdayai korbannya di dunia maya. Popularitas serta nama besar para selebriti memang kerap membuat orang lengah dan ujung-ujungnya menjadi korban kejahatan siber .
McAfee pun telah merilis daftar nama para selebriti yang kerap dieksplotasi oleh penjahat siber dalam "2024 Celebrity Hacker Hotlist".
Betanews melansir, Rabu (9/10/2024) McAfee menempatkan Scarlett Johansson di posisi puncak "2024 Celebrity Hacker Hotlist". Popularitas Johansson membuatnya menjadi target utama bagi peretas, yang menggunakan namanya untuk menipu pengguna yang tidak curiga agar mengklik tautan berbahaya atau mengunduh file berbahaya.
Laporan McAfee memperingatkan pencarian yang melibatkan selebriti dunia seperti Johansson seringkali mengarahkan konsumen ke situs tidak aman. Situs-situs ini dapat menginstal malware atau mengumpulkan data pribadi, membahayakan privasi, data, dan identitas pengguna. Munculnya AI telah memudahkan untuk membuat deepfakes yang meyakinkan, menambah lapisan kompleksitas pada penipuan ini. Gambar, audio, dan video yang dihasilkan AI dapat digunakan untuk menipu penggemar agar terlibat dengan konten palsu, tidak hanya merusak keuangan korban tetapi juga reputasi selebriti.
Baca Juga: FBI Temukan Modus Penipuan Baru, Gunakan Teknik Deepfake
McAfee pun telah merilis daftar nama para selebriti yang kerap dieksplotasi oleh penjahat siber dalam "2024 Celebrity Hacker Hotlist".
Betanews melansir, Rabu (9/10/2024) McAfee menempatkan Scarlett Johansson di posisi puncak "2024 Celebrity Hacker Hotlist". Popularitas Johansson membuatnya menjadi target utama bagi peretas, yang menggunakan namanya untuk menipu pengguna yang tidak curiga agar mengklik tautan berbahaya atau mengunduh file berbahaya.
Laporan McAfee memperingatkan pencarian yang melibatkan selebriti dunia seperti Johansson seringkali mengarahkan konsumen ke situs tidak aman. Situs-situs ini dapat menginstal malware atau mengumpulkan data pribadi, membahayakan privasi, data, dan identitas pengguna. Munculnya AI telah memudahkan untuk membuat deepfakes yang meyakinkan, menambah lapisan kompleksitas pada penipuan ini. Gambar, audio, dan video yang dihasilkan AI dapat digunakan untuk menipu penggemar agar terlibat dengan konten palsu, tidak hanya merusak keuangan korban tetapi juga reputasi selebriti.
Baca Juga: FBI Temukan Modus Penipuan Baru, Gunakan Teknik Deepfake
Lihat Juga :