Hacker Jahil Berulah, Maskapai Japan Airlines Jadi Korban: Sistem Lumpuh, Penerbangan Ditunda
Jum'at, 27 Desember 2024 - 07:28 WIB
loading...
Pesawat Japan Airlines di Bandara Haneda Tokyo pada Agustus 2024. Pada hari Kamis, JAL mengumumkan bahwa sistem mereka telah menjadi target serangan siber. Foto: AFP
A
A
A
JEPANG - Japan Airlines (JAL) mengatakan pada Kamis pagi bahwa sistem mereka telah menjadi target serangan siber. Dampaknya parah: terjadi penundaan penerbangan domestik dan internasional di bandara-bandara di seluruh negeri.
JAL mengidentifikasi sumber kegagalan sistem pada pukul 8:56 pagi, dan sistem mereka tampaknya telah kembali normal setelah router yang diyakini menyebabkan gangguan dimatikan sementara.
Penjualan tiket yang ditangguhkan untuk penerbangan domestik dan internasional dilanjutkan sekitar pukul 14:00.
“Kami sangat meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tulis maskapai itu di X.
Penumpang di Bandara Haneda Tokyo dibuat bingung oleh penundaan penerbangan.
Katsumi Sakamoto, 61, seharusnya naik penerbangan pukul 14:00 ke Asahikawa di Hokkaido. Tapi dia tiba-tiba menerima pemberitahuan penundaan penerbangan dari JAL tanpa penjelasan apa pun, dan masih berusaha mencari tahu kapan penerbangannya akan benar-benar berangkat.
"Tidak ada komunikasi kecuali pemberitahuan notifikasi di ponsel saya," kata Sakamoto, menunjukkan halaman reservasi online-nya.
JAL mengidentifikasi sumber kegagalan sistem pada pukul 8:56 pagi, dan sistem mereka tampaknya telah kembali normal setelah router yang diyakini menyebabkan gangguan dimatikan sementara.
Penjualan tiket yang ditangguhkan untuk penerbangan domestik dan internasional dilanjutkan sekitar pukul 14:00.
“Kami sangat meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tulis maskapai itu di X.
Penumpang di Bandara Haneda Tokyo dibuat bingung oleh penundaan penerbangan.
Katsumi Sakamoto, 61, seharusnya naik penerbangan pukul 14:00 ke Asahikawa di Hokkaido. Tapi dia tiba-tiba menerima pemberitahuan penundaan penerbangan dari JAL tanpa penjelasan apa pun, dan masih berusaha mencari tahu kapan penerbangannya akan benar-benar berangkat.
"Tidak ada komunikasi kecuali pemberitahuan notifikasi di ponsel saya," kata Sakamoto, menunjukkan halaman reservasi online-nya.
Lihat Juga :