Kejahatan AI Tidak Terkendali, Eropa Awasi Ketat Deepfake

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:49 WIB
loading...
Kejahatan AI Tidak Terkendali,...
Kejahatan AI Tidak Terkendali. Foto/ Daily
A A A
BERLIN - Deepfake semakin canggih, menimbulkan kekhawatiran di Eropa tentang risiko penipuan, manipulasi informasi, dan pelanggaran privasi yang semakin tidak terkendali.

Deepfake – sebuah teknologi yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan gambar,video, dan audio palsu guna meniru orang sungguhan – muncul sebagai ancaman sistemik di Eropa, yang menyebabkan konsekuensi serius bagi keamanan digital, privasi, dan ketertiban sosial.

Menurut lembaga pemantauan dan organisasi penelitian di Eropa, deepfake menciptakan "dampak ganda" yang mengkhawatirkan: mengikis kepercayaan publik terhadap informasi sekaligus memperluas ruang lingkup pelanggaran pribadi.

Yang membuat teknologi ini sangat berbahaya adalah kemampuannya untuk secara langsung mengeksploitasi refleks alami manusia—mempercayai apa yang mereka lihat dan dengar—sehingga garis antara kebenaran dan kebohongan semakin kabur.

Data pemantauan menunjukkan tingkat penyebaran yang mengkhawatirkan untuk fenomena ini. Dari lebih dari 2.000 kasus pengecekan fakta yang tercatat di Eropa tahun ini, hampir sepertiganya melibatkan konten yang dimanipulasi oleh AI.

Survei yang dilakukan oleh Organisasi untuk Kerja SamaEkonomidan Pembangunan (OECD) di 21 negara juga menunjukkan bahwa orang hanya secara akurat mengidentifikasi informasi yang benar dalam sekitar 60% kasus – sebuah kesenjangan yang signifikan dalam kemampuan mereka untuk membedakan informasi di lingkungan digital.

Berbeda dengan berita palsu biasa—yang dapat dideteksi dengan membandingkan sumber atau konteks—deepfake secara langsung menipu indra manusia karena kecanggihannya yang semakin meningkat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Teknologi Referee View...
Teknologi Referee View Ubah Pengalaman Menonton Piala Dunia FIFA 2026
Apakah AI Cukup Cerdas...
Apakah AI Cukup Cerdas Menjadi Wasit Piala Dunia 2026?
CEO Tampan yang Menyamar...
CEO Tampan yang Menyamar Xu Peng Jualan Sayur, Potret Nyata Aktor China Digusur AI
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
Dokter Indonesia Kembangkan...
Dokter Indonesia Kembangkan AI untuk Deteksi Dini Gagal Jantung, Pasien Tak Lagi Bolak-balik Masuk RS
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
Pengamat Dukung Mabes...
Pengamat Dukung Mabes Polri Tangkap Pelaku Perampokan dan Penculikan WNA di Bali
Rekomendasi
BMW Umumkan M3 Elektrik...
BMW Umumkan M3 Elektrik Tetap Gunakan Nama M3, Bukan iM3
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Berita Terkini
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Teknologi Referee View...
Teknologi Referee View Ubah Pengalaman Menonton Piala Dunia FIFA 2026
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
Apakah AI Cukup Cerdas...
Apakah AI Cukup Cerdas Menjadi Wasit Piala Dunia 2026?
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved