Kejahatan AI Tidak Terkendali, Eropa Awasi Ketat Deepfake

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:49 WIB
loading...
A A A
Yang perlu diperhatikan, seorang anggota keluarga kerajaan Belgia pernah menjadi sasaran gambar deepfake yang dihasilkan oleh AI, sementara di Eropa, banyak anggota parlemen dan pejabat juga telah angkat bicara tentang penggunaan gambar mereka tanpa izin – menunjukkan bahwa deepfake tidak lagi terbatas pada korban anonim tetapi telah meluas hingga mencakup tokoh-tokoh berpengaruh.

Menanggapi situasi ini, banyak negara Eropa telah mengambil tindakan hukum. Di tingkat Uni Eropa (UE), Undang-Undang AI mewajibkan transparansi dan pelabelan konten yang dihasilkan AI, dan melarang penggunaan AI untuk membuat konten seksual tanpa persetujuan atau mengeksploitasi gambar anak-anak.

Undang-Undang Layanan Digital (DSA) juga memperkuat akuntabilitas platform, dengan sanksi yang dapat mencapai hingga 6% dari pendapatan global untuk pelanggaran.

Namun, para ahli menekankan bahwa tantangan terbesar terletak pada kesenjangan antara kecepatan perkembangan teknologi dan kemampuan hukum untuk beradaptasi. Hukum pada dasarnya bersifat reaktif, sementara deepfake dapat menyebar dan menimbulkan konsekuensi sebelum tindakan intervensi dapat diterapkan.

Dalam konteks ini, banyak ahli menyerukan agar Eropa beralih dari pendekatan pasif ke pendekatan proaktif, dengan menggabungkan kerangka hukum yang lebih baik, peningkatan akuntabilitas platform teknologi, pengembangan alat untuk mengidentifikasi konten palsu, dan peningkatan pendidikan literasi digital bagi warga negara.

Menurut para ahli, deepfake bukan hanya masalah teknologi tetapi juga tantangan sistemik, yang mencerminkan kegagalan tata kelola digital global – di mana pertanyaannya bukan hanya bagaimana mengendalikan teknologi, tetapi juga apakah masyarakat dapat mempertahankan kepercayaan terhadap informasi di era di mana "apa yang tampak nyata belum tentu benar."
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Teknologi Referee View...
Teknologi Referee View Ubah Pengalaman Menonton Piala Dunia FIFA 2026
Apakah AI Cukup Cerdas...
Apakah AI Cukup Cerdas Menjadi Wasit Piala Dunia 2026?
CEO Tampan yang Menyamar...
CEO Tampan yang Menyamar Xu Peng Jualan Sayur, Potret Nyata Aktor China Digusur AI
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
Dokter Indonesia Kembangkan...
Dokter Indonesia Kembangkan AI untuk Deteksi Dini Gagal Jantung, Pasien Tak Lagi Bolak-balik Masuk RS
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
Pengamat Dukung Mabes...
Pengamat Dukung Mabes Polri Tangkap Pelaku Perampokan dan Penculikan WNA di Bali
Rekomendasi
Balague: Penampilan...
Balague: Penampilan Terbaik Spanyol yang Pernah Saya Lihat
UMB Bangun Sistem Pengelolaan...
UMB Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu di Pondok Kelor Tangerang
Kasus Febrie Adriansyah,...
Kasus Febrie Adriansyah, Pengamat: Sapu Kotor Tak Bisa Bersihkan Korupsi
Berita Terkini
OnePlus Tersingkir dari...
OnePlus Tersingkir dari AS, Apple dan Samsung Untung Besar
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Teknologi Referee View...
Teknologi Referee View Ubah Pengalaman Menonton Piala Dunia FIFA 2026
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved