Trending, Bot Telegram Manipulasi Foto Deepfake Telanjang

Jum'at, 18 Oktober 2024 - 16:33 WIB
loading...
A A A
Seiring dengan semakin mudahnya membuat dan semakin meluasnya deepfakes, para pembuat undang-undang dan perusahaan teknologi dianggap lambat menghentikan gelombang tersebut. Di seluruh AS, 23 negara bagian telah mengeluarkan undang-undang untuk mengatasi deepfakes non-konsensual, dan perusahaan teknologi telah memperkuat beberapa kebijakan.

Namun, aplikasi yang dapat membuat deepfakes eksplisit telah ditemukan di toko aplikasi Apple dan Google, deepfakes eksplisit Taylor Swift dibagikan secara luas di X pada bulan Januari, dan infrastruktur masuk Big Tech telah memungkinkan orang untuk dengan mudah membuat akun di situs web deepfake.

Kate Ruane, direktur proyek kebebasan berekspresi Pusat Demokrasi dan Teknologi mengatakan, sebagian besar platform teknologi utama sekarang memiliki kebijakan yang melarang distribusi gambar intim non-konsensual, dengan banyak yang terbesar menyetujui prinsip-prinsip untuk mengatasi deepfakes.

"Saya akan mengatakan bahwa sebenarnya tidak jelas apakah pembuatan atau distribusi gambar intim non-konsensual dilarang di platform tersebut," kata Ruane tentang syarat layanan Telegram, yang kurang rinci dibandingkan platform teknologi utama lainnya.

Pendekatan Telegram terhadap penghapusan konten berbahaya telah lama dikritik oleh kelompok-kelompok masyarakat sipil, dengan platform tersebut secara historis menampung scammer, kelompok sayap kanan ekstrem, dan konten terkait terorisme. Sejak CEO dan pendiri Telegram Pavel Durov ditangkap dan didakwa di Prancis pada bulan Agustus terkait dengan serangkaian pelanggaran potensial, Telegram telah mulai membuat beberapa perubahan pada syarat layanannya dan memberikan data kepada lembaga penegak hukum.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Konten Telegram Kini...
Konten Telegram Kini Bisa Disebar lewat Google Cast
Kominfo Turun Tangan...
Kominfo Turun Tangan Berantas Konten Porno, Telegram Kena Sanksi?
Telegram Blokir 15 Juta...
Telegram Blokir 15 Juta Akun dan Konten berbahaya Sepanjang 2024
Waspada! Telegram Jadi...
Waspada! Telegram Jadi Sarang Penjahat Siber Incar Pengguna Fintech!
Bahaya! Chatbot AI Telegram...
Bahaya! Chatbot AI Telegram Ditemukan Bisa Membuat Gambar Telanjang
Waspada, Ini Daftar...
Waspada, Ini Daftar 10 Selebriti yang Sering Dipakai untuk Kejahatan Siber
Penipuan Online di Singapura...
Penipuan Online di Singapura via Telegram Meningkat, Pemerintah Keluarkan Peringatan!
Bos Telegram Ditangkap,...
Bos Telegram Ditangkap, Kini Aplikasi Siap Bongkar Data Pengguna ke Pemerintah
Kontroversi Penangkapan...
Kontroversi Penangkapan CEO Telegram: Joe Rogan Pertanyakan Standar Ganda Penegak Hukum
Rekomendasi
Harga Gas Melonjak Tajam,...
Harga Gas Melonjak Tajam, Pelanggan Non-PGBT Teriak
Pasca Puncak Arus Mudik,...
Pasca Puncak Arus Mudik, Pelabuhan Merak Lengang H-2 Lebaran
Jelang Idulfitri, Megawati...
Jelang Idulfitri, Megawati Nyekar ke Makam Taufiq Kiemas dan Fatmawati Soekarno
Berita Terkini
Cara Kirim Uang Gratis...
Cara Kirim Uang Gratis dari ShopeePay ke Semua Bank, e-Wallet, dan Sesama Pengguna
2 jam yang lalu
Benarkah Kapal Nabi...
Benarkah Kapal Nabi Nuh Kayunya Berasal dari Indonesia? Simak Pembahasan Lengkapnya
5 jam yang lalu
Kenapa Bumbu Indomie...
Kenapa Bumbu Indomie di Jawa dan Sumatera Berbeda? Ternyata Ini Penyebabnya
8 jam yang lalu
Mengapa Wajah Manusia,...
Mengapa Wajah Manusia, Neanderthal, dan Simpanse Sangat Berbeda?
10 jam yang lalu
Bill Gates Beri Peringatan:...
Bill Gates Beri Peringatan: AI Akan Ambil Alih Pekerjaan Manusia, Kecuali 2 Profesi Ini!
10 jam yang lalu
Geger Dunia Animasi:...
Geger Dunia Animasi: Studio Ghibli Ngamuk Soal AI? Surat Palsu Beredar, Kebenaran Terungkap!
13 jam yang lalu
Infografis
Kylian Mbappe Menoolak...
Kylian Mbappe Menoolak Sesi Foto di Timnas Prancis
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved