Mengerikan, Kebocoran Data Secara Masif Kok Lama-Lama Jadi Hal Biasa?
Jum'at, 21 Mei 2021 - 18:46 WIB
loading...
Pelanggaran data harus menjadi perhatian utama, terutama untuk perusahaan atau institusi berskala besar yang mengelola jutaan data orang. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Belakangan pembobolan data dan kebocoran data kini menjadi hal yang semakin lumrah terjadi di Indonesia. Bocornya data ini terjadi diberbagai sektor, mulai e-commerce, lembaga pendidikan, bahkan sektor pemerintah.
Dengan informasi yang bocor di tangan, peretas dapat menyamar sebagai korban atau menyebarkan penipuan rekayasa sosial untuk mengelabui korban agar mengungkapkan informasi login yang sensitif.
BACA JUGA: Begini Hasil Investigasi Kominfo Soal Dugaan 279 Juta Data Pribadi yang Bobol
Tanggapan ini diungkap oleh Yeo Siang Tiong General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky, sebagairespons atas maraknya kebocoran data yang berlangsung baru-baru ini.
Menurut Tiong, karena akibatnya yang parah, pelanggaran data harus menjadi perhatian utama, terutama untuk perusahaan atau institusi berskala besar yang mengelola jutaan data orang.
Cara perushaan atau instansi menyimpan dan menggunakan data pelanggan memainkan peran penting dalam membentuk dan mempertahankan reputasi dan operasinya.
"Penting bagi pihak tersebut untuk mengetahui proses, orang-orang, dan alat untuk dapat menentukan setiap risiko dan memitigasinya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/5).
Dengan informasi yang bocor di tangan, peretas dapat menyamar sebagai korban atau menyebarkan penipuan rekayasa sosial untuk mengelabui korban agar mengungkapkan informasi login yang sensitif.
BACA JUGA: Begini Hasil Investigasi Kominfo Soal Dugaan 279 Juta Data Pribadi yang Bobol
Tanggapan ini diungkap oleh Yeo Siang Tiong General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky, sebagairespons atas maraknya kebocoran data yang berlangsung baru-baru ini.
Menurut Tiong, karena akibatnya yang parah, pelanggaran data harus menjadi perhatian utama, terutama untuk perusahaan atau institusi berskala besar yang mengelola jutaan data orang.
Cara perushaan atau instansi menyimpan dan menggunakan data pelanggan memainkan peran penting dalam membentuk dan mempertahankan reputasi dan operasinya.
"Penting bagi pihak tersebut untuk mengetahui proses, orang-orang, dan alat untuk dapat menentukan setiap risiko dan memitigasinya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/5).
Lihat Juga :