Indonesia jadi Official Partner Country di Perhelatan Teknologi Industri Dunia 2021

Sabtu, 10 April 2021 - 14:05 WIB
loading...
Indonesia jadi Official...
Perhelatan Hannover Messe 2021 sebagai platform kampanye global insiatif strategis Indonesia dalam Industri 4.0. Foto/Ist.
A A A
JAKARTA - Perhelatan Hannover Messe 2021 Digital Edition tinggal menghitung hari. Pameran teknologi industri terbesar di dunia ini akan diselenggarakan pada 12-16 April 2021 secara virtual. Indonesia menjadi official partner country dan berkesempatan menggunakan ajang tersebut, sebagai platform kampanye global insiatif strategis Indonesia dalam Industri 4.0.

“Ini menjadi suatu kebanggaan karena Indonesia terpilih menjadi Partner Country pada 2020 dan menjadi negara di ASEAN pertama yang mendapat kesempatan ini,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, melalui keterangan resminya.

BACA: Pameran Virtual Ini Pamerkan Kemampuan Anak Bangsa Membangun Kecerdasan Buatan

Hannover Messe 2021 mengambil tema “ Industrial Transformation ”, dan Indonesia melengkapinya dengan Tema “Making Indonesia 4.0”. Adapun tagline yang akan diusung dalam ajang Hannover Messe 2021 yaitu “Connect to Accelerate”.

Menperin menjelaskan, pelaksanaan Hannover Messe 2021 secara digital juga memberikan keuntungan bagi Indonesia. "Kehadiran Indonesia sebagai official partner country secara digital akan berlangsung selama setahun, sehingga kita bisa memaksimalkannya untuk mempromosikan kemampuan teknologi industri di Tanah Air,” ungkapnya.

Menperin menuturkan, partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada ajang yang telah berlangsung selama 72 tahun ini akan membuka peluang bagi Indonesia untuk menunjukkan posisinya sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi dunia dan pemain manufaktur global.

“Dengan menjadi partner country, Indonesia menunjukkan sudah selangkah lebih maju dibandingkan kompetitor kita,” imbuhnya.

BACA JUGA: Google Translate Capai 1 Miliar Unduhan di Play Store

Indonesia akan tampil dalam platform digital expo, conference, dan networking. Keikutsertaan Indonesia sebagai Partner Country didukung 156 eksibitor yang terdiri dari kementerian dan lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perguruan tinggi, dan perusahaan swasta nasional.

“Keikutsertaan dalam Hannover Messe 2021 diharapkan dapat meningkatkan investasi, kerja sama industri, dan kesepakatan bisnis. Lebih dari itu, diharapkan Indonesia semakin menjadi daya tarik di lingkungan global,” tambah Agus.

Menperin melanjutkan, dari 156 eksibitor, dapat dikelompokkan ke dalam enam topik, antara lain automation, motion, and drives, yang terdiri dari 15 eksibitor, digital ecosystems sebanyak 56 eksibitor, energy solutions 13 eksibitor, engineered parts & solutions 20 eksibitor, new work sebanyak 38 eksibitor, serta global business & markets terdiri dari 15 eksibitor.

Dari jumlah tersebut, kontribusi eksibitor terbesar berasal dari perusahaan besar sebanyak 65 perusahaan, perusahaan start-up sebanyak 63 perusahaan, BUMN 14 perusahaan, serta delapan kawasan industri, dan empat kementerian/lembaga, serta dua asosiasi industri.

BACA JUGA: Jangan Sembarangan Memakai Desain Font yang Diambil dari Internet

"Di antara 156 eksibitor, 93 di antaranya merupakan pendaftar baru dan 63 eksibitor mendaftarkan diri mengikuti Hannover Messe 2020,” papar Menperin.

Ia juga menggarisbawahi, perusahaan-perusahaan startup memiliki peluang besar untuk mendapatkan kesepakatan-kesepakatan bisnis. Sehingga, Kemenperin terus mendorong agar para startup dapat terus berdaya saing. “Kami yakin, startup yang kami bawa akan bisa berjaya di ajang ini,” tandasnya.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Parade Raksasa Teknologi:...
Parade Raksasa Teknologi: Cisco, AWS, hingga Broadcom Pamer Solusi di Tech Summit 2025 Jakarta
Cara Cek Touchscreen...
Cara Cek Touchscreen HP Infinix dengan Akurat dengan Berbagai Mode
Bangkitkan Semangat...
Bangkitkan Semangat Wirausaha, Indocomtech 2024 Padukan Pameran Bisnis dan Ritel
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Digital, Ahli dan influencer Hadir di Pameran E-commerce
Dibalut Peralatan Elektronik,...
Dibalut Peralatan Elektronik, Teknologi dan Seni Dikolaborasikan
Lebih dari 200 Perusahaan...
Lebih dari 200 Perusahaan Akan Berpartisipasi di Pameran Teknologi IIXS 2023
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
PALMEX Jakarta 2026...
PALMEX Jakarta 2026 Jawab Tantangan Industri Sawit Global dari Inovasi hingga Digitalisasi
Rekomendasi
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved