Pameran Virtual Ini Pamerkan Kemampuan Anak Bangsa Membangun Kecerdasan Buatan

Minggu, 08 November 2020 - 21:02 WIB
loading...
Pameran Virtual Ini Pamerkan Kemampuan Anak Bangsa Membangun Kecerdasan Buatan
Penyelenggara pameran Inovasi Indonesia Artificial Intelligence Summit 2020 saat konferensi pers online, Minggu (8/11/2020). Foto/Muh Iqbal/SINDOnews/Capture
JAKARTA - Inovasi Indonesia Artificial Intelligence Summit 2020 (IIAIS 2020) menjadi acara klimaks kegiatan komponen anak bangsa yang tergabung dalam Quadruple Helix (pemerintah, industri, akademis dan komunitas) untuk melakukan pengembangan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial di Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan menyebarkan informasi perkembangan global teknologi Kecerdasan Artifisial dan pemanfaatannya terkini di dunia. Perhelatan itu juga untuk memperoleh peta kekuatan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial di Indonesia. (Baca juga: Pakar BPPT: Mengacu Katalog Wichman, Potensi Tsunami 20 Meter Tak Lama Lagi )

"Kami juga ingin menyosialisasikan dokumen Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020-2045, serta memperoleh berbagai masukan untuk penyempurnaan dokumen tersebut dalam rangka penyusunan Peraturan Presiden tentang Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial pada 2021," kata Hary Budiarto, Ketua Sekretariat AI BPPT saat konferensi pers online terkait penyelenggaraan Inovasi Indonesia Artificial Intelligence Summit 2020, Minggu (8/11/2020).
Pameran Virtual Ini Pamerkan Kemampuan Anak Bangsa Membangun Kecerdasan Buatan

Perhelatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui sekretariat Kecerdasan Artifisial BPPT dan Pokja B Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial. Praktiknya, kegiatan akan diwarnai dengan pameran virtual, webinar series, dan poster session.

Kegiatan ini akan diikuti oleh berbagai principal teknologi di bidang kecerdasan artifisial yang bukan saja bersifat nasional tapi bersifat internasional. Sekaligus menghadirkan para keynote speaker dan panelis, baik dari mancanegara ataupun dalam negeri.

"Para pakar yang memumpuni dan menguasai teknologi kecerdasan artifisial ini akan berbagi pengetahuan kepada kita semua sebagi partisipan atau peserta dari AI Summit dalam hal perkembangan terbaru dari kemajuan teknologi kecerdasan artifisial," tutur Hary Budiarto.



Poster session yang dihadirkan juga merupakan karya-karya anak bangsa untuk membuktikan talenta kecerdasan artifisial di Indonesia sudah sangat banyak dan bisa dibanggakan. Sedangkan virtual expo yang dihadirkan memiliki experience yang berbeda dan unik.

"Karena ini pertama kalinya virtual expo menyajikan teknologi Virtual Reality dengan penampilan avatar visitor, sehingga meskipun secara online tapi bisa merasakan atmosfir pameran yang sesungguhnya. Visitor akan disuguhkan booth berisi tenant yang dijaga oleh avatar orang yang berpakaian adat dari seluruh Indonesia yang bisa langsung diajak berkomunikasi via chat," timpal Dini Fronitasari, Wakil Ketua Inovasi Indonesia Artificial Intelligence Summit 2020.
Pameran Virtual Ini Pamerkan Kemampuan Anak Bangsa Membangun Kecerdasan Buatan

Dia memastikan ada banyak hal positif dan pengalaman baru bagi para pengunjung. Penyelenggara berharap pelaksanaan IIAIS 2020 dapat menjadi media kolaborasi berbagai komponen bangsa untuk mengembangkan dan memanfaatkan secara bersama-sama teknologi kecerdasan artifisial dalam mewujudkan visi Indonesia 2045.

"Untuk itu kami mengajak semua kalangan masyarakat untuk bisa berpartisipasi melalui laman https://ais-2020.id supaya bisa lebih mengenal lebih dekat tentang teknologi kecerdasan artifisial," ajaknya.

Inovasi Indonesia Artificial Intelligence Summit 2020 membidik 10.000 pengunjung. Berdasarkan informasi yang ada, tercatat ada 6.218 pengunjung yang melakukan registrasi per tanggal 7 November 2020.

Sementara itu, Aditya Adiguna, Dirut PT Naganaya Indonesia, sebagai pelaksana acara, menginformasikan, kegiatan telah disiapkan selama 1,5 bulan sebelumnya. "Pameran virtualnya seperti halnya pameran di dunia nyata, akan terbagi ke dalam beberapa hall. Pengunjung bisa berkomunikasi dengan petugas penjaga stand," katanya.



Dia menjamin, walaupun pengunjung berjumlah ribuan, tidak akan menghalangi komunikasi tersebut. Karena sistemnya seperti chat biasa di WhatsApp.

Lebih lanjut dijelaskan, pengunjung juga bisa melihat webinar yang tak sempat disaksikan. "Webinarnya berbobot, ada ahlinya Facebook yang mengembangkan kecerdasan buatan platform media sosial tersebut," tambahnya.

Peserta virtual expo IIAIS 2020 sendiri terdiri dari Quadruple Helix yaitu pemerintahan, perguruan tinggi, industri, start-Up. Dari pemerintahan ada 7 lembaga, perguruan tinggi 8 universitas, dan 13 startup serta 13 asosiasi.

"Acara ini juga didukung 21 perusahaan raksasa teknologi seperti Huawei, IBM, dan Oracle," pungkasnya. (Baca juga: Mana yang Lebih Menguntungkan, Bangun PC Game atau Beli Xbox Series X? )
(iqb)
preload video
Komentar Anda
TEKNO UPDATE