SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap

Jum'at, 19 Juni 2026 - 13:54 WIB
loading...
SpaceX: IPO Terbesar...
Aksi jual membuat saham SpaceX anjlok 20 persen setelah IPO. Foto: Reuters
A A A
AMERIKA - Roket Elon Musk memang bisa terbang tinggi. Tapi sahamnya, baru sepekan, sudah jatuh.

SpaceX melantai di Nasdaq pada 12 Juni. Kode sahamnya: SPCX. Ini IPO terbesar dalam sejarah. Harga perdana 135 dolar AS per saham. Dana terkumpul 75 miliar dolar. Valuasi langsung 1,75 triliun dolar.

Dua hari pertama, melesat. Sempat menyentuh USD225,64. Nilai pasar tembus USD2 triliun. SpaceX masuk lima besar perusahaan paling berharga di dunia.

Lalu aksi jual dimulai.

Kamis lalu, saham turun 6,5 persen. Tinggal USD178,50 dolar. Sehari sebelumnya sudah turun hampir 5 persen. Dari puncaknya, sudah anjlok lebih dari 20 persen.

Tapi yang masuk saat IPO masih untung. Harga sekarang masih sekitar 30–37 persen di atas USD135. Nilai pasar perusahaan kini sekitar USD2,52 triliun dolar — bila penurunan berlanjut, lebih dari USD150 miliar bisa menguap dalam sehari.

"Aksi ambil untung seperti ini tidak mengejutkan," kata analis IPOX Schuster, Kat Liu — mengingat besarnya IPO dan kuatnya performa awal.

Bukan cuma SpaceX

Saham perusahaan antariksa lain ikut turun. Rocket Lab dan Planet Labs sekitar 3 persen. AST SpaceMobile 7 persen. Intuitive Machines 3 persen.

Investor ritel sempat borong agresif: lebih dari 300 juta dolar dalam tiga sesi. Tapi Kamis, sepi. Cuma USD9,1 juta (data Vanda Research).

Kenapa bergejolak? Float publiknya kecil. Valuasinya tinggi. Itu resep volatilitas. Angka yang bikin analis ragu
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Rugi Rp85 Triliun, Mengapa...
Rugi Rp85 Triliun, Mengapa Valuasi SpaceX Malah Meroket Tembus Rp29.750 Triliun?
Megamerger Rp20.875...
Megamerger Rp20.875 Triliun: Elon Musk Satukan SpaceX dan xAI demi Kuasai Komputasi Langit!
Kalahkan Aramco, SpaceX...
Kalahkan Aramco, SpaceX Bidik IPO Terbesar Sepanjang Sejarah dengan Valuasi Rp23.850 Triliun!
SpaceX Luncurkan Roket...
SpaceX Luncurkan Roket Starship ke-11 untuk Uji Desain Roket Terbaru
Prabowo Beri Bantuan...
Prabowo Beri Bantuan Peralatan Sekolah, Starlink, hingga HP di Pulau Miangas
Potensi Peluang ARA...
Potensi Peluang ARA Berjilid dari IPO WBSA, Aplikasi Investasi Saham IPOT Permudah Akses
Airlangga Blak-blakan...
Airlangga Blak-blakan Soal 2 Skema Demutualisasi Bursa Efek, Bisa IPO dan Private Placement
Rekomendasi
KGSB dan Prodi Ilmu...
KGSB dan Prodi Ilmu Komunikasi UAI Perkuat Kapasitas Guru Lewat Public Relations Workshop
Hyundai Bakal Pamerkan...
Hyundai Bakal Pamerkan Prototipe Mobil Seven Seater di GIIAS 2026
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
Berita Terkini
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Kunci Konvensional Mulai...
Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1 Jadi Standar Baru Keamanan Rumah
Meta Blokir Fungsi Kamera...
Meta Blokir Fungsi Kamera Kacamata Pintar Jika Lampu Privasi Terhalang
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved