Ini Tiga Hal yang Jadi Fokus Bukalapak di 2021
Senin, 11 Januari 2021 - 07:40 WIB
loading...
Selama 2020, Bukalapak mencatat pertumbuhan signifikan baik dalam jumlah transaksi maupun pelapak dan mitra.
A
A
A
JAKARTA - Pada 2021, salah satu market place terbesar di Indonesia Bukalapak mengaku akan fokus pada 3 strategi utama.
Memperkuat Merchant
CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, fokus pertama mereka adalah memperkuat merchant.
BACA JUGA: Bukalapak: Banyak Muncul Penjual Palugada Gara-Gara Pandemi Covid-19
”Saat ini Bukalapak memiliki 13,5 juta merchant. Terdiri dari 6 juta penjual online dan 7 juta mitra bukalapak atau warung offline yang sudah terdigitalisasi,” ujar Rachmat.
Menurut Rachmat, peningkatan jumlah merchant di platform akan menarik pembeli. Selanjutnya, yang dibutuhkan adalah bagaimana para merchant bisa memberikan SKU komplet serta harga yang kompetitif.
”Ini terjadi pada toko resmi (official store) di Bukamall yang meningkat 17 persen dari bulan ke bulan. Sementara pada Desember 2020 silam, jumlah transaksi di Bukalapak naik 3x lipat dan jumlah penjualan naik 5x lipat.
Menambah Jumlah Mitra Bukalapak
Strategi kedua, menurut Rachmat, adalah menambah jumlah Mitra Bukalapak offline. CEO Buka Mitra Indonesia Howard Gani menambahkan, jumlah Mitra Bukalapak selama 2020 mengalami kenaikan hingga 50%.
”Di masa pandemi, optimalisasi teknologi dalam proses bisnis semakin dibutuhkan masyarakat. Terutama para UMKM warung yang sehari-harinya melayani masyarakat yang masih mengandalkan transaksi tunai,” ujarnya.
Howard mengatakan, pada 2020 antusiasme UMKM warung yang bergabung dengan Mitra Bukalapak tumbuh signifikan.
Bukan hanya itu, Mitra Bukalapak juga melakukan perluasan penyediaan produk grosir ke 28 provinsi di Indonesia melalui kerjasama dengan lebih dari 300 distributor lokal, yang jumlahnya telah meningkat sebanyak lebih dari 15 kali lipat sejak awal2020.
Salah satu fitur dan layanan yang paling sering digunakan pengguna Bukalapak di 2020 terlebih di masa pandemi adalah produk virtual dan produk finansial. Seperti pembayaran listrik, air, pajak, hingga layanan lain seperti pengiriman uang, pinjaman finansial, dan pengajuan kredit rumah.
Menambah Jumlah SKU dan Layanan
![Ini Tiga Hal yang Jadi Fokus Bukalapak di 2021]()
Strategi ketiga, Bukalapak juga akan menambah jumlah SKU dan layanan. President BukaFinancial & Digital Victor Putra Lesmana mengatakan, pihaknya sangat antusias akan pertumbuhan pengguna yang menggunakan produk virtual dan produk finansial di Bukalapak.
Hingga kini ada sekitar 40 produk virtual yang ditawarkan melalui marketplace maupun Mitra Bukalapak. ” Produk finansial dan digital dapat diakses langsung dari aplikasi Bukalapak ataupun melalui Mitra Bukalapak yang berlokasi di dekat rumah,” tambah Victor.
BACA JUGA: 5 Alasan yang Bikin Yakin untuk Beli iPhone 12
E-Commerce di 2021
Bagaimana Bukalapak melihat e-commerce di 2021? Menurut CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin, pihaknya tetap optimistis. Sebab, transaksi online saat ini kurang dari 4 persen dibandingkan transaksi offline. ”Masih besar sekali ruang untuk bertumbuh. Apalagi, selama Covid-19, justru mempercepat adopsi digital dari pembeli yang sebelumnya belum pernah melakukan transaksi online sama sekali,” ungkapnya.
Menurut Rachmat, fitur-fitur seperti Cash on Delivery (COD) maupun program gratis ongkos kirim akan mempermudah dan membuat pembeli lebih nyaman berbelanja online.
Memperkuat Merchant
CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, fokus pertama mereka adalah memperkuat merchant.
BACA JUGA: Bukalapak: Banyak Muncul Penjual Palugada Gara-Gara Pandemi Covid-19
”Saat ini Bukalapak memiliki 13,5 juta merchant. Terdiri dari 6 juta penjual online dan 7 juta mitra bukalapak atau warung offline yang sudah terdigitalisasi,” ujar Rachmat.
Menurut Rachmat, peningkatan jumlah merchant di platform akan menarik pembeli. Selanjutnya, yang dibutuhkan adalah bagaimana para merchant bisa memberikan SKU komplet serta harga yang kompetitif.
”Ini terjadi pada toko resmi (official store) di Bukamall yang meningkat 17 persen dari bulan ke bulan. Sementara pada Desember 2020 silam, jumlah transaksi di Bukalapak naik 3x lipat dan jumlah penjualan naik 5x lipat.
Menambah Jumlah Mitra Bukalapak
Strategi kedua, menurut Rachmat, adalah menambah jumlah Mitra Bukalapak offline. CEO Buka Mitra Indonesia Howard Gani menambahkan, jumlah Mitra Bukalapak selama 2020 mengalami kenaikan hingga 50%.
”Di masa pandemi, optimalisasi teknologi dalam proses bisnis semakin dibutuhkan masyarakat. Terutama para UMKM warung yang sehari-harinya melayani masyarakat yang masih mengandalkan transaksi tunai,” ujarnya.
Howard mengatakan, pada 2020 antusiasme UMKM warung yang bergabung dengan Mitra Bukalapak tumbuh signifikan.
Bukan hanya itu, Mitra Bukalapak juga melakukan perluasan penyediaan produk grosir ke 28 provinsi di Indonesia melalui kerjasama dengan lebih dari 300 distributor lokal, yang jumlahnya telah meningkat sebanyak lebih dari 15 kali lipat sejak awal2020.
Salah satu fitur dan layanan yang paling sering digunakan pengguna Bukalapak di 2020 terlebih di masa pandemi adalah produk virtual dan produk finansial. Seperti pembayaran listrik, air, pajak, hingga layanan lain seperti pengiriman uang, pinjaman finansial, dan pengajuan kredit rumah.
Menambah Jumlah SKU dan Layanan

Strategi ketiga, Bukalapak juga akan menambah jumlah SKU dan layanan. President BukaFinancial & Digital Victor Putra Lesmana mengatakan, pihaknya sangat antusias akan pertumbuhan pengguna yang menggunakan produk virtual dan produk finansial di Bukalapak.
Hingga kini ada sekitar 40 produk virtual yang ditawarkan melalui marketplace maupun Mitra Bukalapak. ” Produk finansial dan digital dapat diakses langsung dari aplikasi Bukalapak ataupun melalui Mitra Bukalapak yang berlokasi di dekat rumah,” tambah Victor.
BACA JUGA: 5 Alasan yang Bikin Yakin untuk Beli iPhone 12
E-Commerce di 2021
Bagaimana Bukalapak melihat e-commerce di 2021? Menurut CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin, pihaknya tetap optimistis. Sebab, transaksi online saat ini kurang dari 4 persen dibandingkan transaksi offline. ”Masih besar sekali ruang untuk bertumbuh. Apalagi, selama Covid-19, justru mempercepat adopsi digital dari pembeli yang sebelumnya belum pernah melakukan transaksi online sama sekali,” ungkapnya.
Menurut Rachmat, fitur-fitur seperti Cash on Delivery (COD) maupun program gratis ongkos kirim akan mempermudah dan membuat pembeli lebih nyaman berbelanja online.
(dan)
Lihat Juga :