Data Counterpoint: MediaTek Paling Besar, Qualcomm Paling Cuan
Minggu, 27 Desember 2020 - 17:05 WIB
loading...
Data terbaru hasil riset Market Monitor Service Counterpoint, menunjukan pada Q3 2020 MediaTek meraup 31% pasar chipset di dunia.
A
A
A
HONG KONG - Untuk pertama kalinya, MediaTek berhasil mengalahkan Qualcomm sebagai pemasok chipset smartphone terbesar di dunia, pada kuartal ke-III 2020.
Hal ini diungkapkan oleh data terbaru hasil riset Market Monitor Service Counterpoint. Dari data yang diumumkan, pada periode ini MediaTek meraup 31% pasar chipset di dunia. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama 2019, di saat MediaTek hanya mengantongi 26% saja dari pasar chipset smartphone dunia.
BACA JUGA: Mengerikan, Hasil Benchmark AnTuTu Snapdragon 888 5G Diatas 700.000 Poin!
Sementara itu, data tersebut juga mengungkapkan bahwa pencapaian Qualcomm pada Q3 2020 sebanyak 29%, sedikit di bawah pencapaian MediaTek.
Menguatnya kinerja smartphone kelas menengah dianggap menjadi faktor pendukung keberhasilan MediaTek. "Larisnya smartphone di rentang harga USD100-USD250 atau sekitar Rp1,4 juta - Rp3,5 juta, serta pertumbuhan di China dan India menjadi faktor utama," kata Direktur Riset Market Monitor Service, Dale Gai.
Hal ini diungkapkan oleh data terbaru hasil riset Market Monitor Service Counterpoint. Dari data yang diumumkan, pada periode ini MediaTek meraup 31% pasar chipset di dunia. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama 2019, di saat MediaTek hanya mengantongi 26% saja dari pasar chipset smartphone dunia.
BACA JUGA: Mengerikan, Hasil Benchmark AnTuTu Snapdragon 888 5G Diatas 700.000 Poin!
Sementara itu, data tersebut juga mengungkapkan bahwa pencapaian Qualcomm pada Q3 2020 sebanyak 29%, sedikit di bawah pencapaian MediaTek.
Menguatnya kinerja smartphone kelas menengah dianggap menjadi faktor pendukung keberhasilan MediaTek. "Larisnya smartphone di rentang harga USD100-USD250 atau sekitar Rp1,4 juta - Rp3,5 juta, serta pertumbuhan di China dan India menjadi faktor utama," kata Direktur Riset Market Monitor Service, Dale Gai.
Lihat Juga :