Virtual, Kominfo Ingatkan NKRI adalah Negara Kepulauan

Kamis, 10 Desember 2020 - 10:44 WIB
loading...
Virtual, Kominfo Ingatkan...
Kementerian Kominfo memperingati Hari Nusantara secara virtual untuk mengingat masyarakat baha NKRI adalah negara kepulauan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - NKRI sebagai negara kepulauan memiliki laut terluas, jumlah pulau terbanyak, dan pantai terpanjang kedua di dunia. Sayangnya, mayoritas pola pikir masyarakat Indonesia masih menganggap laut sebagai “problem”. (Baca juga: Menkominfo Temukan 602 Konten Hoaks Selama Pilkada, Sebanyak 233 Diblokir )

Hal ini membuat fokus pembangunan —dari aspek sosial, ekonomi, maupun politik— masih terpusat di daratan. Sebagai warga negara kepulauan, pola pikir kita adalah pola pikir masyarakat agraris.

Saat Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaya pada 13 Desember 1957 mengumumkan kepada dunia bahwa Indonesia menganut prinsip negara kepulauan, butuh perjuangan 25 tahun untuk membuat dunia akhirnya mengakui bahwa luas wilayah Republik Indonesia adalah 5.193.250km² -bertambah dua kali lipat dari luas wilayah yang ditetapkan oleh Peraturan Hindia Belanda tahun 1939.

Di bawah peraturan bertajuk Teritoriale Zeeën en Maritieme Kringen Ordonantie 1939, luas wilayah Indonesia, di luar Papua, hanya 2.027.087km². Karena setiap pulau di wilayah Nusantara hanya memiliki laut sejauh 3 mil dari garis pantai. Sejak deklarasi Djuanda, maka kedaulatan wilayah Indonesia membentang dari daratan dan laut, termasuk laut di sekitar, di antara, dan di dalam kepulauan. (Baca juga: Komandan Brigif 2 Marinir Bakar Semangat Tempur Prajuritnya di Pesisir Surabaya )

Deklarasi Djuanda diresmikan menjadi UU No.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia dan diterima serta ditetapkan dalam konvensi hukum laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)ke-III Tahun 1982 (United Nations Convention On The Law of The Sea/UNCLOS 1982).

Kini, 63 tahun setelah Deklarasi Djuanda, bangsa Indonesia masih memiliki “pekerjaan rumah” untuk menjadikan laut benar-benar sebagai masa depan bangsa. Pembangunan infrastruktur laut, mulai dari penyediaan kapal, penambahan pelabuhan, hingga tol laut yang digenjot pemerintah harus dan akan diikuti dengan perubahan pola pikir dan perilaku bahari, baik di jajaran pemerintahan, sektor industri, maupun komunitas masyarakat sipil.

Karena itu, peringatan Hari Nusantara tetap dilakukan tahun ini meski situasi pandemik.
Peringatan Hari Nusantara 2020 yang pertama kali dicanangkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid di tahun 1999 dan ditetapkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri melalui Keputusan Presiden RI Nomor 126/2001 —adalah upaya untuk terus menerus mengingatkan bangsa Indonesia bahwa laut adalah sektor pembangunan yang harus diprioritaskan, baik dari sisi materiil maupun nonmateriil.

Peringatan Hari Nusantara tahun ini yang bertema “"Budaya Bahari Demi Peningkatan Ekonomi Era Digital" akan digelar secara virtual atau full digital. Keputusan ini dibuat oleh pemerintah dalam rapat koordinasi (Rakor) yang digelar awal Desember lalu.

"Mengingat keadaan sekarang, kita semua harus prihatin dan bersatu padu untuk menghentikan pandemik ini,” kata Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam rakor tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Jhonny G Plate yang turut hadir pada rapat daring tersebut mengatakan, meski partisipasi fisik minimal, Menkominfo yakin partisipasi yang dapat dijangkau secara digital bisa lebih luas.

Tanggung jawab pembangunan kelautan, baik melalui penguatan tradisi bahari maupun peningkatan ekonomi maritim, bukan semata urusan pemerintah. Tetapi juga butuh kontribusi dari kalangan pengusaha dan masyarakat sipil.

Media massa, sambung dia, sebagai bagian dari masyarakat sipil, juga punya peran besar dalam melaporkan maupun mengkritisi progres pembangunan sektor kelautan. Para jurnalis harus bisa memotret dengan baik inisiatif-inisiatif yang muncul dari pemerintah maupun komunitas lokal—baik berbasis teknologi maupun modal sosial, terutama di kawasan pesisir, yang berhasil menggerakkan ekonomi laut.

Menkominfo menjelaskan, produk jurnalistik yang baik akan mampu memberi pencerahan kepada publik tentang apa yang sudah dan sedang dilakukan oleh pemerintah, kalangan pengusaha, maupun masyarakat sipil dalam menjadikan laut sebagai sumber kesejahteraan dan pemersatu bangsa.

Dari sini, lanjut dia, masyarakat tak gampang jatuh pada disinformasi yang berpotensi meretakkan kesatuan Indonesia. Untuk itu, membekali generasi muda dengan literasi kelautan dan melatih mereka dengan tradisi bahari adalah hal yang harus dikerjakan secara terus menerus. Sehingga di masa depan, kita benar-benar menganggap laut sebagai samudera kesejahteraan bagi seluruh bangsa. (Baca juga: Jelang Putusan FDA, Terungkap Fakta Hasil Riset Vaksin COVID-19 Pfizer )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gebrakan Pertama Jadi...
Gebrakan Pertama Jadi Menkominfo, Budi Arie Setiadi Janji Bakal Tutup Situs Judi Online
Ruwetnya Tangkap Siaran...
Ruwetnya Tangkap Siaran TV Digital, Beli STB Malah Tidak Berguna
Manfaatkan Gadget, Inilah...
Manfaatkan Gadget, Inilah Seluk Beluk Meraup Untung di E-Commerce
Kominfo Beri Kesempatan...
Kominfo Beri Kesempatan Aplikasi Pencuri Data Perbaiki Sistem
Pakai Teknologi Digital,...
Pakai Teknologi Digital, BMS Ajak Gen Z Mengejar Mimpi
Pameran Seni Jakarta...
Pameran Seni Jakarta Biennale Kembali Pakai Teknologi 3LCD Epson
Ramadan Produktif dengan...
Ramadan Produktif dengan Rangkaian Edukasi Webinar dan Instagram Live di MNC Sharia Investment Festival 2026
Ikuti Webinar MNC Asset...
Ikuti Webinar MNC Asset Management dan Phillip Sekuritas Indonesia dengan tema Embrace the Uncertainty, Seize the Opportunity
Daftar Webinar Gratis...
Daftar Webinar Gratis MNC Sekuritas The Hidden Game Strategi Trader Profesional di Balik Bid dan Offer
Rekomendasi
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Berita Terkini
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved