Riset GoPay: Masyarakat Justru Semakin Aktif Berdonasi Selama Pandemi
Senin, 07 Desember 2020 - 13:36 WIB
loading...
GoPay Digital Donation Outlook (DDO) 2020 menyebut bahwa ada kenaikan nilai per donasi digital sebesar 72% selama pandemi.
A
A
A
JAKARTA - Selama pandemi, ternyata masyarakat lebih aktif berdonasi. Mereka lebih percaya berdonasi lewat online karena lebih mudah dan cepat. Akses teknologi ternyata berdampak besar terhadap tingginya donasi. BACA JUGA: Mengoptimalkan Ponsel Rp1 Jutaan Galaxy A01 Core untuk Sekolah Dirumah
Hal tersebut terungkap dalam riset mengenai situasi donasi GoPay Digital Donation Outlook (DDO) 2020. Bersama organisasi peneliti dan pengembangan masyarakat Kopernik, GoPay mengungkap secara detail ekosistem donasi digital di Indonesia. Mulai tren kebiasaan masyarakat berdonasi, tantangan utama yang dihadapi ekosistem filantropi, serta rekomendasi mengembangkan filantropi di Indonesia.
”Kami mendalami berbagai aspek dalam donasi digital dan memuat sudut pandang semua pemangku kepentingan. Mulai donatur, Kementerian Sosial, hingga influencer media sosial,” ujar Managing Director GoPay Budi Gandasoebrata.
Dalam platform GoPay, transaksi donasi digital naik 2x selama pandemi, dengan total nilai donasi dari Maret - Oktober 2020 mencapai Rp102 miliar. Dampaknya, tentu positif.
”Saat pandemi, donasi digital membuat masyarakat bisa tetap membantu sesama secara cepat, aman dan tanpa kontak,” beber Kasubdit Direktorat Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, Ganjar Basuki Santoso.
Ganjar menyebut Kementerian Sosial mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam mengembangkan ekosistem donasi digital. ”Temuan yang dijabarkan dalam riset memperlihatkan dampak positif donasi digital terhadap ekosistem donasi secara keseluruhan, serta potensi besar yang menunggu untuk dioptimalkan,” ujarnya. Berikut fakta tentang donasi digital di Indonesia:
Punya Peran Penting
Donasi digital memiliki potensi sangat besar karena memungkinkan masyarakat untuk berdonasi tanpa kontak. Pembayaran lewat e-money dapat mempercepat proses donasi, terutama pada situasi darurat. Manfaat ini pun menjadi sangat berarti di masa pandemi.
Riset menyebut pemberian donasi digital baik secara frekuensi maupun nominal meningkat di seluruh jenjang usia. Peningkatan frekuensi paling tinggi tercatat pada generasi Milenial. Sementara itu Gen X berdonasi dengan nominal paling tinggi dibanding generasi lainnya.
Rata-rata nilai per donasi digital melonjak menjadi 72% selama pandemi. Temuan ini sejalan dengan data internal GoPay yang mencatat kenaikan transaksi donasi digital sebanyak dua kali lipat selama pandemi.
Teknologi Pendorong Naiknya Donasi Digital
Teknologi memungkinkan donatur lebih mudah berdonasi digital. Dari mendapat informasi lewat media sosial, berdonasi di aplikasi dan situs daring, hingga pembayaran digital.
Sebanyak 48% responden mengaku mendapat informasi mengenai donasi digital melalui media sosial. Informasi yang jelas meningkatkan transparansi proses donasi dan kredibilitas organisasi yang dituju sehingga donatur makin terdorong untuk berdonasi.
Manfaat teknologi diakui oleh berbagai organisasi non-profit yang menjadi responden riset. Lembaga Amil Zakat mengungkapkan bahwa Zakat, Infaq dan Sadaqah (ZIS) melalui kanal digital bertumbuh signifikan hingga 2x per tahun.
BACA JUGA: SJCAM A20 Body Cam, Kamera Rp3 Jutaan Paling Multifungsi!
Masyarakat Suka Berdonasi Lewat Platform Online
Aplikasi dan platform donasi online menjadi medium yang paling banyak dipilih masyarakat berdasarkan dua alasan utama, yaitu kredibilitas platform dan kemudahan pembayaran.
Riset DDO menemukan, Gojek menjadi aplikasi digital yang paling sering digunakan oleh masyarakat (52,5%). Sementara itu, 71% memilih Kitabisa sebagai platform galang dana yang paling sering digunakan. Dalam empat tahun terakhir, jumlah inisiatif penggalangan dana oleh organisasi nonprofit meningkat secara kumulatif sebesar 13 kali lipat.
Pertumbuhan ekosistem donasi digital tidak terlepas dari perkembangan pesat metode pembayaran nontunai di Indonesia. Sebanyak 47% responden memilih berdonasi platform yang menerima transaksi digital.
GoPay menjadi uang elektronik yang paling banyak digunakan untuk berdonasi (68%) karena dinilai paling aman, diterima secara luas di banyak organisasi dan yayasan, serta GoPay dipandang sebagai pionir dalam donasi digital
Harus Terus Ditingkatkan
Co-Founder dan CEO Kopernik Toshi Nakamura mengatakan, penting bagi pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terkait donasi digital, terutama di luar kota besar.
”Dengan keunggulan dalam transparansi proses donasi dan informasi kredibilitas organisasi yang dituju, kami percaya bahwa kedepannya kita akan bersama-sama melihat pertumbuhan donasi digital yang lebih positif lagi,” ujarnya.
Hal tersebut terungkap dalam riset mengenai situasi donasi GoPay Digital Donation Outlook (DDO) 2020. Bersama organisasi peneliti dan pengembangan masyarakat Kopernik, GoPay mengungkap secara detail ekosistem donasi digital di Indonesia. Mulai tren kebiasaan masyarakat berdonasi, tantangan utama yang dihadapi ekosistem filantropi, serta rekomendasi mengembangkan filantropi di Indonesia.
”Kami mendalami berbagai aspek dalam donasi digital dan memuat sudut pandang semua pemangku kepentingan. Mulai donatur, Kementerian Sosial, hingga influencer media sosial,” ujar Managing Director GoPay Budi Gandasoebrata.
Dalam platform GoPay, transaksi donasi digital naik 2x selama pandemi, dengan total nilai donasi dari Maret - Oktober 2020 mencapai Rp102 miliar. Dampaknya, tentu positif.
”Saat pandemi, donasi digital membuat masyarakat bisa tetap membantu sesama secara cepat, aman dan tanpa kontak,” beber Kasubdit Direktorat Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, Ganjar Basuki Santoso.
Ganjar menyebut Kementerian Sosial mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam mengembangkan ekosistem donasi digital. ”Temuan yang dijabarkan dalam riset memperlihatkan dampak positif donasi digital terhadap ekosistem donasi secara keseluruhan, serta potensi besar yang menunggu untuk dioptimalkan,” ujarnya. Berikut fakta tentang donasi digital di Indonesia:
Punya Peran Penting
Donasi digital memiliki potensi sangat besar karena memungkinkan masyarakat untuk berdonasi tanpa kontak. Pembayaran lewat e-money dapat mempercepat proses donasi, terutama pada situasi darurat. Manfaat ini pun menjadi sangat berarti di masa pandemi.
Riset menyebut pemberian donasi digital baik secara frekuensi maupun nominal meningkat di seluruh jenjang usia. Peningkatan frekuensi paling tinggi tercatat pada generasi Milenial. Sementara itu Gen X berdonasi dengan nominal paling tinggi dibanding generasi lainnya.
Rata-rata nilai per donasi digital melonjak menjadi 72% selama pandemi. Temuan ini sejalan dengan data internal GoPay yang mencatat kenaikan transaksi donasi digital sebanyak dua kali lipat selama pandemi.
Teknologi Pendorong Naiknya Donasi Digital
Teknologi memungkinkan donatur lebih mudah berdonasi digital. Dari mendapat informasi lewat media sosial, berdonasi di aplikasi dan situs daring, hingga pembayaran digital.
Sebanyak 48% responden mengaku mendapat informasi mengenai donasi digital melalui media sosial. Informasi yang jelas meningkatkan transparansi proses donasi dan kredibilitas organisasi yang dituju sehingga donatur makin terdorong untuk berdonasi.
Manfaat teknologi diakui oleh berbagai organisasi non-profit yang menjadi responden riset. Lembaga Amil Zakat mengungkapkan bahwa Zakat, Infaq dan Sadaqah (ZIS) melalui kanal digital bertumbuh signifikan hingga 2x per tahun.
BACA JUGA: SJCAM A20 Body Cam, Kamera Rp3 Jutaan Paling Multifungsi!
Masyarakat Suka Berdonasi Lewat Platform Online
Aplikasi dan platform donasi online menjadi medium yang paling banyak dipilih masyarakat berdasarkan dua alasan utama, yaitu kredibilitas platform dan kemudahan pembayaran.
Riset DDO menemukan, Gojek menjadi aplikasi digital yang paling sering digunakan oleh masyarakat (52,5%). Sementara itu, 71% memilih Kitabisa sebagai platform galang dana yang paling sering digunakan. Dalam empat tahun terakhir, jumlah inisiatif penggalangan dana oleh organisasi nonprofit meningkat secara kumulatif sebesar 13 kali lipat.
Pertumbuhan ekosistem donasi digital tidak terlepas dari perkembangan pesat metode pembayaran nontunai di Indonesia. Sebanyak 47% responden memilih berdonasi platform yang menerima transaksi digital.
GoPay menjadi uang elektronik yang paling banyak digunakan untuk berdonasi (68%) karena dinilai paling aman, diterima secara luas di banyak organisasi dan yayasan, serta GoPay dipandang sebagai pionir dalam donasi digital
Harus Terus Ditingkatkan
Co-Founder dan CEO Kopernik Toshi Nakamura mengatakan, penting bagi pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terkait donasi digital, terutama di luar kota besar.
”Dengan keunggulan dalam transparansi proses donasi dan informasi kredibilitas organisasi yang dituju, kami percaya bahwa kedepannya kita akan bersama-sama melihat pertumbuhan donasi digital yang lebih positif lagi,” ujarnya.
(dan)
Lihat Juga :