Mesin Terkuat Apple Mac Pro Resmi Disuntik Mati Setelah 18 Tahun!

Jum'at, 27 Maret 2026 - 16:03 WIB
loading...
Mesin Terkuat Apple...
Ilustrasi Apple Mac Pro yang resmi dihentikan produksinya setelah 18 tahun mengudara, menyisakan ruang bagi Mac Studio sebagai ujung tombak baru untuk komputer kelas profesional. Foto: Apple
A A A
JAKARTA - Apple secara resmi menyuntik mati mesin terkuat sekaligus paling ikonik mereka, Mac Pro, mengakhiri perjalanan panjang 18 tahun komputer menara (tower) tersebut di industri teknologi global.

Lenyapnya Mac Pro dari daftar produk di situs web resmi Apple mengonfirmasi bahwa perusahaan tidak lagi memiliki rencana untuk merancang model baru di masa depan.

Menjelang perayaan hari jadi Apple yang ke-50 tahun, panggung komputasi kelas berat kini sepenuhnya diserahkan kepada sang penerus yang lebih ringkas: Mac Studio.

Keputusan ini sebenarnya tidak mengejutkan pasar. Sejak transisi arsitektur ke Apple Silicon, Mac Pro perlahan kehilangan relevansinya. Komputer yang dibanderol dengan harga awal sangat fantastis, yakni USD6.999 (Rp118.983.000), ini dinilai gagal menjangkau pasar mainstream.

Jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, bahkan telah melaporkan sejak November lalu bahwa Apple "sebagian besar telah menghapus" Mac Pro dari peta jalan bisnis mereka karena yakin Mac Studio adalah produk yang jauh lebih baik.

Sejarah mencatat, Mac Pro pertama kali lahir pada 2006 saat Apple menuntaskan masa transisi dari cip Motorola ke Intel.

Mesin Terkuat Apple Mac Pro Resmi Disuntik Mati Setelah 18 Tahun!

Saat itu, ia tampil gahar dengan dua prosesor 64-bit Intel Xeon 5100 (Woodcrest), empat ruang hard drive, dan delapan slot RAM dengan harga awal USD2.499 (Rp42.483.000).

Namun, bibit kejatuhan Mac Pro mulai tumbuh pada 2013 ketika Apple memperkenalkan desain silinder radikal—yang kerap dicemooh sebagai desain "tempat sampah".

Mesin ini mengandalkan inti peredam panas sentral dan didinginkan oleh satu kipas yang menarik udara dari bawah ke atas. Saat diluncurkan, eksekutif Apple Phil Schiller dengan percaya diri melontarkan kutipan ikonis, "Tidak bisa berinovasi lagi, omong kosong," untuk membungkam kritik.

Sayangnya, desain 2013 itu berujung pada blunder fatal. Komputer tersebut sangat sunyi namun tidak efisien secara termal, serta menghilangkan slot ekspansi PCIe untuk kartu grafis karena beralih ke port Thunderbolt 2.

Akibatnya, mesin ini terkekang dan Apple tidak bisa menambahkan kartu grafis baru. Apple pun terpaksa meminta maaf kepada basis pengguna profesionalnya atas kegagalan tersebut.

Butuh waktu hingga 2019 bagi Apple untuk merilis Mac Pro dengan sasis tower standar modular yang kembali membawa delapan slot PCIe.

Pembaruan terakhirnya kemudian terjadi pada 2023 melalui penyematan cip Apple Silicon M2 Ultra. Dengan rekam jejak hanya tiga kali pembaruan mayor dalam 13 tahun terakhir, pensiunnya Mac Pro adalah sebuah keniscayaan.

Kini, Apple telah mantap menggantikan posisi Mac Pro dengan Mac Studio. Meski ukurannya jauh lebih kecil, model saat ini ditenagai cip M3 Ultra dan diproyeksikan akan mendapat pembaruan ke M5 Ultra sebelum ajang WWDC26 digelar.

Bersama Mac mini dan iMac, susunan desktop Apple kini tak lagi mengandalkan menara modular.

Menanggapi hilangnya slot ekspansi PCIe, Apple sangat yakin bahwa performa internal arsitektur Apple Silicon dan kecepatan transfer eksternal Thunderbolt sudah cukup tangguh untuk menutupi celah tersebut. Bagi konsumen yang masih mengincar mesin legendaris ini, unit tersisa hanya bisa dibeli melalui toko Certified Refurbished milik Apple.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Microsoft Klaim Selamatkan...
Microsoft Klaim Selamatkan 394.000 PC dari Malware Lumma Stealer, tapi Bahaya Tetap Mengintai!
Praktis, Ini Cara Mengubah...
Praktis, Ini Cara Mengubah Foto Format HEIC ke JPEG
Waduh, Penjahat Siber...
Waduh, Penjahat Siber Mulai Gunakan AI Seperti ChatGPT untuk Membuat Malware Berbahaya
Xencelabs Hadirkan Pen...
Xencelabs Hadirkan Pen Display 24 Studio Series Baru
7 Cara Praktis Screenshot...
7 Cara Praktis Screenshot di Komputer Mac dan Windows
Apple Diprediksi Akan...
Apple Diprediksi Akan Sematkan Fitur Touchscreen di Mac Terbaru
Lisa BLACKPINK sebagai...
Lisa BLACKPINK sebagai Global Brand Ambassador MAC
Tinggalkan Intel, Mac...
Tinggalkan Intel, Mac Akan Ditenagai Apple Silicon
Rekomendasi
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
Resmi Rujuk, Pihak Clara...
Resmi Rujuk, Pihak Clara Shinta Sebut Ada Konsekuensi Jika Suami Langgar Perjanjian Damai
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Berita Terkini
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Infografis
Naik Kereta Jarak Jauh...
Naik Kereta Jarak Jauh Usia 18 Tahun ke Atas Wajib Vaksin Booster
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved