Perang Rusia-Ukraina Libatkan Penyebaran Video TikTok AI Palsu

Kamis, 28 Maret 2024 - 18:33 WIB
loading...
Perang Rusia-Ukraina Libatkan Penyebaran Video TikTok AI Palsu
Perang Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung dua tahun ternyata juga terjadi di ranah dunia maya. (Foto: AP)
A A A
JAKARTA - Perang antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung dua tahun ternyata juga terjadi di ranah dunia maya. Sebuah video TikTok yang menggambarkan kemewahan hidup seorang mantan menteri pemerintahan Ukraina sengaja disebar.

Video TikTok yang beredar memerlihatkan seorang ayah dan putrinya yang memakai mobil mewah. Mereka digambarkan mempunyai beragam rumah mewah.

Scripps News melansir, Kamis (28/3/2024) sosok ayah tersebut ternyata mantan Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov. Namun, suara narator kecerdasan buatan (AI) membuat sosok itu hidup dan mengklaim bahwa dia menyalahgunakan dana Barat untuk gaya hidup mewah.

Menurut Andy Carvin, sesepuh dan editor pelaksana Atlantic Council Digital Forensic Research Lab, video TikTok ini akan menjadi petunjuk untuk sebuah investigasi disinformasi Rusia yang masif. Video TikTok tersebut memerlihatkan foto-foto lama hingga 2023. Sang menteri bersama putrinya, Anastasia Shteingauz kerap diperlihatkan hidup mewah.



Setelah ditelusuri via daftar properti real estate yang pada saat itu belum dibeli, menurut Digital Forensic Research Lab (DFRL), video TikTok ini disebarluaskan melalui ribuan akun TikTok palsu. Tindakan ini termasuk ke dalam kategori kampanye disinformasi Rusia.

"Semuanya, ketika digabungkan, jelas memiliki pesan bersama untuk mencoba meyakinkan publik bahwa pemerintah Ukraina korup, dan mereka tidak dapat dipercaya," kata Carvin.

Jumlah akun TikTok yang menyebarluaskan narasi tersebut mencapai hampir 13.000, yang memiliki total gabungan lebih dari 800.000 pengikut.



Juru bicara TikTok mengatakan telah menyadari keberadaan akun-akun palsu ini sebelum investigasi DFRL dan menghapusnya dari platform.

"Ini adalah operasi informasi terbesar yang pernah mereka lihat di platform tersebut. Investigasi mereka menyimpulkan bahwa ini berasal dari Rusia. Fakta bahwa Rusia telah menentukan bahwa jaringan ini cukup berharga sebagai platform media massa sehingga mereka menginvestasikan semua waktu ini, kemungkinan besar juga banyak uang untuk membuat akun-akun ini," kata Carvin.
(msf)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.5417 seconds (0.1#10.140)