Gara-Gara Nama Jaringan Wi-Fi, Seorang Mahasiswa Dipenjara

Senin, 11 Maret 2024 - 16:08 WIB
loading...
Gara-Gara Nama Jaringan...
Seorang mahasiswa ditangkap karena memberi nama jaringan Wi-Fi-nya Slava Ukraini. (Foto: The Sun)
A A A
JAKARTA - Seorang mahasiswa di Moskow dijatuhi hukuman 10 hari penjara karena memberi nama jaringan Wi-Fi miliknya dengan kalimat pro-Ukraina. Mahasiswa Universitas Negeri Moskow itu memberi nama jaringan Wi-Fi-nya Slava Ukraini, yang berarti Kemuliaan untuk Ukraina. Frasa tersebut telah menjadi seruan bagi pasukan Ukraina.

Pengadilan Distrik Nikulinsky memutuskan mahasiswa yang tidak disebutkan namanya tersebut terbukti bersalah. Pengadilan menyebut tindakan tersebut sebagai demonstrasi publik simbol Nazi atau simbol organisasi ekstremis.

Dilansir dari UPI, Senin (11/3/2024), mahasiswa tersebut ditangkap pada Rabu pagi di asramanya, setelah polisi menemukan nama jaringan Wi-Fi terlarang tersebut. Petugas memeriksa kamarnya dan menemukan komputer pribadinya dan sebuah router Wi-Fi .

Pengadilan melaporkan sang mahasiswa telah menggunakan jaringan tersebut untuk mempromosikan slogan Slava Ukraini! kepada sejumlah pengguna yang tidak terbatas dalam jangkauan Wi-Fi. Router tersebut sekarang telah disita.

Baca Juga: Ajaib, Sinyal WiFi Berpotensi untuk Diubah Jadi Energi Listrik

Presiden Rusia Vladimir Putin telah berulang kali mengklaim adanya rezim neo-Nazi di Ukraina dan telah menggunakan klaim tersebut untuk membenarkan invasinya.

Mahasiswa tersebut merupakan korban terbaru dari daftar panjang warga Rusia yang telah dihukum atas komentar atau tindakan tentang perang melawan Ukraina. Ratusan orang ditahan bulan lalu karena meletakkan bunga untuk mengenang pemimpin oposisi Alexei Navalny, yang meninggal di sebuah penjara di Lingkar Arktik.

Baca Juga: Teknologi Mesh WiFi Generasi Terbaru Diperkenalkan, Ini Kecanggihannya

Sejak dimulainya invasi ke Ukraina pada 2022, Rusia telah mengintensifkan tindakan terhadap orang-orang yang mengekspresikan dukungan bagi negara musuh. Ribuan orang telah dipenjara atau didenda atas tindakan yang dianggap mendukung Ukraina. Konflik ini diwajibkan untuk disebut sebagai operasi militer khusus dan bukan perang.

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International menyebut sekitar 21.000 orang telah menjadi korban dari hukum represif Rusia yang digunakan untuk melawan aktivis anti-perang. Mereka juga menekankan bahwa pengadilan Rusia telah melakukan persidangan tidak adil untuk membungkam para kritikus.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Bongkar Teknologi Rudal...
Bongkar Teknologi Rudal Siluman Su-57 yang Timbulkan Masalah di Ukraina
Drone Satpam Presiden...
Drone Satpam Presiden Rusia yang Bikin Israel Mikir Nggak Berani Macam-macam
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Rekomendasi
Breaking News! Kejagung...
Breaking News! Kejagung Tetapkan Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Ompreng MBG
Bikin Omzet Naik, Sandi...
Bikin Omzet Naik, Sandi Uno Sebut Inkubasi Berhasil Naikan Kelas UMKM
Jadwal Formula 1 British...
Jadwal Formula 1 British Grand Prix 2026 di VISION+, Siap-Siap Nonton Duel Panas di Silverstone
Berita Terkini
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved