AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16

Kamis, 02 Juli 2026 - 09:53 WIB
loading...
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh. Foto/ viet
A A A
JAKARTA - Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan (DARPA) dari Departemen PertahananASmempromosikan integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam skenario pertempuran udara modern melalui program AIR-nya.

Alih-alih hanya melakukan simulasi, proyek ini berfokus pada otonomi taktis dalam lingkungan pertempuran udara di luar jangkauan visual (BVR).

Tujuan utama DARPA melampaui sekadar mengendalikan pesawat terbang dengan AI. Lembaga ini ingin memverifikasi apakah algoritma dapat memahami gambaran medan perang secara keseluruhan, memproses data sensor, berkoordinasi antar platform, dan melawan tindakan peperangan elektronik dalam situasi yang membutuhkan refleks sepersekian detik.

Mulai dari pertempuran udara jarak dekat hingga skenario di luar jangkauan visual.
Program AIR merupakan kelanjutan dari proyek Air Combat Evolution (ACE). Sebelumnya, ACE terkenal karena menggunakan algoritma AI untuk mengendalikan X-62A VISTA—varian F-16D yang disempurnakan—dalam pertempuran udara jarak dekat melawan pesawat yang dikendalikan manusia.

Perlu dicatat, transisi dari lingkungan simulasi ke dunia nyata merupakan lompatan teknologi yang signifikan. Dalam kondisi penerbangan dunia nyata, sistem harus menangani kecepatan tinggi, gaya G yang besar, dan kesalahan sensor yang tidak dapat direplikasi dengan sempurna oleh lingkungan virtual.

Sementara ACE mendemonstrasikan kemampuan AI untuk melakukan manuver akrobatik dan melacak target dengan aman, AIR akan menghadirkan tugas yang lebih menantang bagi AI: mengelola radar, menghubungkan data, dan menghitung lintasan rudal ketika target belum terlihat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Rekomendasi
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Berita Terkini
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved